• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Mengembalikan Kampus sebagai Institusi Ilmiah: Oleh-Oleh dari Program Sosialisasi Dosen CPNS Baru

  • Terakhir diperbaharui : Senin, 21 Mei 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 218

Mengembalikan Kampus sebagai Institusi Ilmiah:

Oleh-Oleh dari Program Sosialisasi Dosen CPNS Baru

Kampus UPNVJ Pondok Labu (21/05) – Delapan orang dosen CPNS peserta Program Sosialisasi Dosen Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FISIP UPNVJ) menyimak paparan Dekan FISIP UPNVJ tentang nilai-nilai yang menjadi karateristik universitas sebagai institusi ilmiah secara serius. Mereka memahami bahwa perguruan tinggi merupakan institusi ilmiah yang dibentuk pada zaman peradaban modern yang dimulai pada masa pencerahan (Aufklärung) di Eropa. Nilai-nilai yang dikembangkan pada masa ini diantaranya adalah pengarusutamaan rasionalitas, cara berpikir yang ilmiah, dan memberikan ruang kebebasan bagi universitas untuk tumbuh dan mandiri dalam pengembangan gagasan-gagasan ilmiah bagi pertumbuhan perababan manusia.

Foto_release_21_mei_2018_-_Revisi.jpg

Terdapat empat belas nilai-nilai universitas yang perlu ditanamkan oleh para dosen CPNS baru, yaitu an interest in knowledge for its own sake (memiliki rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan), critical thinking (berpikir kritis), exhaustive inquiry (mengajukan pertanyaan yang menyeluruh), specialised knowledge (memiliki spesialisasi ilmu), disputation (melihat dari berbagai sudut pandang), openness (bersifat terbuka), scepticism (skeptis), tolerance (bertoleransi), reflection (mengevaluasi diri), honesty (jujur), respect for intellectual property (menghargai kekayaan intelektual), collegiality (mampu bekerja sama), critique (kritis terhadap lingkungan), dan academic freedom (mendukung kebebasan akademik). Nilai-nilai tersebut sangat penting dijadikan sebagai pedoman kerja universal masyarakat perguruan tinggi.

Di perguruan tinggi, terdapat kebebasan akademik seperti kebebasan mimbar ilmiah dan otonomi keilmuan. Hanya di kampus lah, orang dapat bebas berpendapat dan membahas berbagai gagasan secara terbuka, termasuk isu politik bahkan agama. Di kampus, berbagai gagasan dibahas berlandaskan penalaran ilmiah yang hendaknya mendorong terbentuknya logika berpikir yang terdidik. “Individu modern mampu untuk tidak tersinggung apabila terlibat dalam perbedaan pendapat. Yakinlah bahwa keberagaman itu indah,” papar Dekan FISIP UPNVJ. Kelak, dengan kebiasaan tersebut, manusia akan mampu memperbaiki dan membangun hidup yang berkualitas.

Kepada para dosen CPNS tersebut ditekankan bahwa sebagai dosen hendaknya mereka selalu kembali kepada ilmu pengetahuan. Mengemban profesi sebagai dosen, mereka dituntut untuk menjadi pendidik profesional dan ilmuwan yang mampu mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut juga sesuai dengan budaya kerja PIKIR UPNVJ (akronim dari Profesional, Integritas, Kejuangan, Inovatif, Responsif) yang dioperasionalkan dalam bentuk tindakan dan perilaku kerja meliputi tri dharma perguruan tinggi dan komitmen organisasional.

Intinya, para dosen CPNS FISIP UPNVJ diharapkan untuk mampu menerapkan mindset universitas, yaitu budaya berpikir ilmiah, kritis, dan terbuka. Mereka harus menyadari bahwa yang mereka masuki adalah perguruan tinggi yang bersifat ilmiah. Jadi, kehadiran mereka hendaknya mendorong kampus UPNVJ menjadi lumbung penghasil sumber daya manusia yang berkualitas, bernalar tinggi, dan menghargai hak milik intelektual. (Wiwiek)

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f