• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Bela Negara dan Widya Mwat Yasa sebagai Identitas dan Penciri UPNVJ

  • Terakhir diperbaharui : Senin, 04 Juni 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 74

Bela Negara dan Widya Mwat Yasa  sebagai Identitas dan Penciri UPNVJ

Bela_Negara_widya.jpg

UPNVJ Pondok Labu (31/5) - UPN Veteran Jakarta sebagai sebuah perguruan tinggi negeri, memiliki dua identitas, yaitu Bela Negara dan Widya Mwat Yasa. Konsep Bela Negara  dan Widya Mwat Yasa  tercantum  pada Statuta UPN VJ.  Konsep Bela Negara merupakan identitas UPN VJ yang terdiri atas sikap,perilaku serta tindakan warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara (Statuta UPN VJ, Bab I, pasal 1, ayat 10) . Widya Mwat Yasa yang merupakan slogan UPN Veteran Jakarta  terdapat dalam simbol UPN VJ,  memiliki makna menuntut ilmu guna diabdikan untuk pembangunan bangsa dan negara. Kedua ciri khas tersebut yang menjadi penciri dan rujukan dari segala kegiatan, baik akademis maupun non-akademis di lingkungan UPN VJ.

Konsep Widya Mwat Yasa termaktum dalam proses pembelajaran yang terjadi di UPN VJ. Pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk menguasai ilmu semata, tetapi peserta didik diharapkan menerapkan ilmu tersebut untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.  “Proses pembelajaran di UPN VJ merupakan proses pembelajaran yang  tidak hanya bersifat teoritis, namun juga  memiliki sisi impelementatif yang  dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah dan memberikan efek untuk meningkatkan kualitas hidup”, ungkap  Bapak Dr.  Antar Venus, MA.Comm, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN VJ. Tidak ada istilah “science for science’s sake”   (ilmu pengetahuan untuk ilmu pengetahuan semata)  dalam pembelajaran di UPN VJ karena proses pembelajaran dirancang  untuk tujuan yang lebih besar.

Pembelajaran di UPN VJ juga memasukkan nilai-nilai Bela Negara di dalamnya.  Konsep  Bela Negara memiliki lima unsur. Pertama, cinta tanah air yang  ditunjukkan dengan sikap mencintai warisan bangsa dan memelihara lingkungan sekitar.  Kedua, kesadaran berbangsa dan bernegara yang mana terdapat dalam sikap sadar bahwa bangsa ini  terdiri atas keberagaman yang terbentuk atas kesepakatan bersama.  Kesadaran berbangsa dan  bernegara akan membuat semua orang saling menghargai dan menghormati untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.  Ketiga, yakin akan Pancasila , dimana Pancasila merupakan  anugerah luar biasa bagi bangsa Indonesia yang menjadi dasar penyatuan bangsa Indonesia . Tidak boleh ada pola pikir dan alternatif selain Pancasila bagi penyatuan bangsa dan negara.  Keempat, rela berkorban demi bangsa dan negara, ditunjukkan dengan kerelaan untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan individu. Kelima, memiliki pemahaman mendasar mengenai konsep Bela Negara yang sepatutnya dijadikan pedoman untuk kita—dalam rangka menjaga keberlangsungan dan pengembangan negara ini.

Dengan Widya Mwat Yasa dan Bela Negara sebagai identitas atau ciri khas UPN VJ, maka diharapkan UPN VJ dapat menghasilkan alumni yang  mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk   kemajuan bangsa.  Karena ilmu pengetahuan sepantasnya diterapkan tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, namun juga  bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

(Rizkiya)

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f