• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

STAND UP COMEDY SUPER KOMPAS TV TAMPIL DI FISIP UPNVJ

  • Terakhir diperbaharui : Selasa, 04 September 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 138

Acara bergenre humor SUPER Stand Up Comedy hadir di kampus Fisip UPN Veteran Jakarta. Dua komika yang selama ini malang melintang di layar kaca menjadi pemandu acara tersebut yakni Reigen dan Indra Jegel. Delapan komika yang biasa mengisi berbagai acara stand up di layar televisi, mulai dari Finalis SUCI 5 Barry, juara 3 SUCI 6 Danny Beler, Alip, Jupri, Afif, Arya, serta Finalis SUCI 8 Arif Brata dan Popon Kerok, tampil memukau dihadapan ratusan Dosen dan Mahasiswa Fisip yang antusias menyaksikan acara tersebut.

Selama hampir dua jam gegap gempita tawa penonton memenuhi seisi ruangan Auditorium 101 tempat acara berlangsung. Alip yang memulai stand upnya dengan bercerita tentang berbagai kelucuan yang dilakukan anak tongkrongan berhasil membuat penonton terpingkal-pingkal dari awal hingga akhir penampilannya. Sementara Danny Beler membuka humornya dengan memuji wanita berjilbab ungu yang cantik karena “alis matanya panjang dua harakat” berhasil meledakan tawa penonton.

Komika ketiga yang tampil menghibur adalah Barry. Kedua host kocak Jegel dan Reigen memperkenalkan Barry sebagai komika yang hobby motoran. Cerita kocak yang mengundang gelak tawa dari penampilan Barry adalah ketika dia menceritakan sepupunya yang memiliki berat badan 138 kg. “Sepupu gue beratnya 138 kg, naik motor supra, itu lo tau kan supra slim banget, pas dia berdiri dari motor, itu motor nyelip saking gedenya badan dia”.

Penampilan yang paling ditunggu-tunggu oleh para penonton adalah penampilan dari Popon Kerok. “Nama asli gue sebenernya Muhammad soleh, tapi dipanggil popon”, semua penonton pun berhasil tertawa terbahak-bahak. Para komika lainnya juga tak kalah serunya dalam mengguncang tawa penonton yg setia menyaksikan acara hingga akhir.

Secara teoritis, menurut Dekan Fisip UPN Veteran Jakarta, para komika termasuk pembawa acara banyak menggunakan Teknik Humor, Superiority, Script-Based semantic Theory, Misattribution Theory, hingga Incongruity Theory yang punch linenya menekankan kontradiksi antara harapan dan kenyataan yang diduga penonton. Para komika ini menurut dekan Fisip tersebut memang kreatif dan mahir menggunakan Beragam Teknik-teknik humor secara spontan, actual dan relevan.

Acara yang diselenggarakan atas kerjasama Kompas TV dan Fisip UPN Veteran Jakarta ini menurut Ibu Kusumajanti/Wakil Dekan 3 Fisip merupakan implementasi kerjasama Fisip UPN Veteran Jakarta dengan Kompas TV dalam pengembangan kompetensi ilmu dalam produksi siaran televisi. @

IMG-6821.PNG

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f