• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Memahami Posisi Indonesia dalam Perang Dagang Amerika Serikat - Tiongkok

  • Terakhir diperbaharui : Senin, 26 November 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 618

Kamis, 22 November 2018, Program Studi Hubungan Internasional FISIP UPNVJ mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Perang Dagang AS-Tiongkok: Implikasinya terhadap Kinerja Perdagangan Indonesia,” di auditorium FISIP UPNVJ. Diskusi panel dipandu oleh Raden Maisa Yudono, M.Si. yang diisi oleh tiga orang pembicara, yaitu Wijayadi, S.E, M.Se. selaku Kepala Subdit Pengamanan Perdagangan Produk Transportasi, Telematika, dan Elektronika, Direktorat Pengamanan Perdagangan, Ditjen Daglu; Samuel Siahaan selaku Executive Director European Chamber of Commerce in Indonesia - KADIN Indonesia; dan Shanti Darmastuti, S.IP., M.Si, dosen Prodi HI FISIP UPNVJ.

“Tema yang diangkat dalam seminar ini sedang menjadi headline news di berbagai koran nasional dan internasional yang saya baca,” ujar Dr. Antar Venus, MA.Comm selaku Dekan FISIP UPNVJ pada saat membuka kegiatan. Demi pemahaman yang lebih tajam mengenai isu perang dagang AS-Tiongkok ini, seminar ini dilihat sebagai wadah pembelajaran yang sangat tepat, baik bagi terutama bagi mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 180 orang peserta.

Wijayadi, dalam materinya menjelaskan awal mula terjadinya perang dagang AS-Tiongkok yang pertama yaitu pencurian kekayaan intelektual AS, kedua pemaksaan transfer teknologi Amerika dan ketiga balance of payment. Lalu, dijelaskan mengenai dampak positif yang diperoleh Indonesia dari perang dagang antara AS dan Tiongkok yaitu meningkatkan peluang ekspor AS dan Tiongkok menjadi lebih lebar. Namun, juga terdapat dampak negatifnya yaitu, meningkatnya impor AS dan Tiongkok.

Samuel Siahaan menjelaskan keinginan politik domestik AS yang sedang bergejolak, terutama dalam bidang ekonomi. Menurutnya, Indonesia juga terancam dalam perang dagang AS-Tiongkok dikarenakan oleh arus investasi yang cenderung tidak menentu. Peluang Indonesia dalam perang dagang tersebut yaitu memberi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspornya, adanya kekosongan komoditas antara AS-Tiongkok memaksa untuk mencari sumber baru.

Selanjutnya, Shanti Darmastuti memaparkan implikasi trade war bagi perdagangan internasional, yaitu: menciptakan instabilitas perdagangan internasional yang lebih terbuka; mampu mengarah pada konlik politik secara terbuka; ketiadaan kekuatan hegemoni dalam tatanan ekonomi global karena adanya norma- norma yang mengatur perdagangan bebas, dan terakhir norma-norma tatanan perdagangan bebas menjadi rusak.

Dalam sesi terakhir kegiatan, Prodi HI FISIP UPNVJ diwakili oleh I Nyoman Aji Suadhana Rai S.Sos., M.IR mengumumkan pemenang lomba karya tulis ilmiah, Paper Competition 2018: Dinamika Perdagangan Indonesia Pasca Krisis Global 2008, yang merupakan rangkaian awal dari kegiatan ini. Juara I adalah Fitri Chaerunisa dengan judul tulisan “Analisis Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia ke Nigeria Periode 2014-2017: Studi Kasus PT Indofood Sukses Makmur.” Juara II adalah Mega Sonia Rangkuti dengan judul tulisan “Resistansi UMKM terhadap Krisis Ekonomi sebagai Sektor Alternatif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.” Juara III adalah Maria Anastasia Siagian dan Shafa Nabila dengan judul tulisan “Analisis Ketahanan Pangan Atas Ketimpangan Ekspor Impor Beras di Indonesia Tahun 2014-2017”.

Semua tulisan yang diikutsertakan dalam kompetisi ini dinilai oleh Afrimadona, Ph.D. dan La Ode Muhamad Fathun, M.Si. selaku dewan juri. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa Prodi HI FISIP UPNVJ untuh melatih dan menerapkan kemampuan berpikir secara logis dan sistematis melalui tulisan ilmiah, dan mendorong kepekaan dan kekritisan terhadap permasalahan isu-isu strategis. (Samira & Wiwiek)

IMG_8928.JPG

IMG_8916.JPG

IMG_9017.JPG

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f