• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Mahasiwa Prodi Ilmu Politik diajak belajar Sejarah Kebangsaan tanpa Hoax

  • Terakhir diperbaharui : Selasa, 04 Desember 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 206

Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Prodi Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta peserta Mata Kuliah Pemikiran Politik Indonesia yang diampu oleh Sri Lestari Wahyuningroem, PhD, Dosen Prodi Ilmu Politik berkunjung ke Pameran Surat Pendiri Bangsa di Museum Nasional, Jakarta. Pameran ini adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia, kerjasama Kementerian Pendidikan Nasional, Historia, dan Museum Nasional. Sejumlah surat-surat asli dari beberapa tokoh pendiri bangsa dipamerkan mulai tanggal 16-22 November 2018.  Para pendiri bangsa yang surat-suratnya dipamerkan adalah Kartini, Ki Hadjar Dewantara, Tan Malaka, Agus Salim, Sokarno, Hatta, Sjahrir,dan John Lie.

Surat-surat ini penting karena menunjukkan bagaimana pemikiran dan perjuangan para pendiri bangsa ini terhadap nasionalisme dan kebebasan dari belenggu penjajahan. Tokoh-tokoh ini menjadi materi pembahasan dalam kuliah, terutama dalam kaitannya dengan emansipasi dan nasionalisme di masa revolusi dan awal kemerdekaan Indonesia. “Adalah sebuah kesempatan langka bagi para mahasiswa ini untuk belajar dari sumber primer, yakni surat-surat para tokoh tersebut,” Ujar Ayu demikian nama dosen ini dipanggil. “Belakangan ini, masyarakat lebih banyak belajar sejarah dari sumber-sumber yang tidak jelas, bahkan menjurus pada hoax,” tambah Ayu. Kesempatan langka belajar dari sumber primer ini akan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap kesejarahan bangsanya, sekaligus menghargai perjuangan para pahlawan yang ‘menemukan’ kebangsaan Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, juga hadir Dr. Annie Pohlman, dosen sejarah di University of Queensland, Australia. (Sri Lestari Wahyuningroem, Ph.D)

Politik.png

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f