• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

HIMAHI Ubah Tradisi Kaderisasi Lewat IR: Challenge of Change

  • Terakhir diperbaharui : Jumat, 28 September 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 72

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UPN “Veteran” Jakarta mengajak calon-calon kadernya menjadi agen perubahan untuk HIMAHI yang baru lewat acara IR: Challenge of Change. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) tahun 2018 ini dilaksanakan pada Jumat (28/09) dan Sabtu (29/09) di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik UPNVJ.

“Kalau di HI sendiri kaderisasi biasanya di luar [kampus] dan selalu ada konten yang negatifnya. [Ada] tradisi yang tanda kutip lah. Nah, tahun ini HIMAHI yang sekarang pengin ngubah tradisi itu. Jadinya kita mengambil tema Challenge of Change itu karena  ini tantangan perubahan di HIMAHI yang sekarang itu kaderisasinya,” kata Ketua Pelaksana Salma Rahmadianti saat ditemui di Gedung FISIP A pada Jumat (28/09) siang.

HIMAHI berupaya menjadikan IR: Challenge of Change menjadi kegiatan yang seedukatif mungkin. Karena itu, bekerja sama dengan Ikatan Alumni Hubungan Internasional (IKAHI) UPNVJ, HIMAHI mengundang alumni-alumni yang memang berkompeten untuk membawakan materi-materi yang diberikan selama kegiatan. “Jangan kayak alumni-alumni yang tanda kutip tadi itu. Maksudnya, mereka kan kayak cuma datang iseng doang. Ngapain. Enggak ada manfaatnya mereka datang juga,” terang Salma.

Salma menjelaskan salah satu materi yang paling menonjol dalam IR: Challenge of Change adalah pelatihan Model United Nations (MUN). Dilansir dari Bestdelegate.com, MUN adalah kegiatan ekstra-kulikuler di mana mahasiswa memainkan peran delegasi ke PBB dan mensimulasikan komite PBB.

“Untuk MUN gak langsung diajarkan dari progdinya [HI]. Kita harus cari sendiri untuk belajar MUN itu keluar kampus. Misalkan UPN Jogja ngadain pelatihan MUN. Kita berarti harus datang ke sana dong. Nah, makanya kita menyediakan wadah buat mahasiswa baru buat belajar MUN,” jelas mahasiswi HI tahun 2016 ini.

Pada era modern ini, Salma berpendapat bahwa kegiatan kaderisasi harusnya menjadi kesempatan bagi mahasiswa senior untuk memberikan contoh yang baik kepada junior-juniornya. “Hal-hal yang kekerasan, hal-hal yang menekan mental mahasiswa baru udah enggak banget lah. Udah gak zaman,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Berlian Nuansa .A (1510411116)

FOTO_2.JPG

FOTO_1.JPG

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f