• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Senat Mahasiswa FISIP UPNVJ Rayakan Demokrasi

  • Terakhir diperbaharui : Rabu, 24 Oktober 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 96

Senat FISIP UPNVJ mengajak mahasiswa merayakan demokrasi lewat Diskusi Senat tentang Ilmu Legislatif alias "DISENTIL". Mengundang tiga pembicara yang pernah berkecimpung dalam kegiatan mahasiswa di kampus. Acara yang dimoderatori oleh Azwar, M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPNVJ ini membuka diskusi mengenai isu-isu legislatif, baik dalam tataran kampus maupun kenegaraan.

Rudy Ho Purabaya mengawali forum yang diadakan di Auditorium Fakultas Kedokteran UPNVJ Rabu (24/10) siang itu. Ia membahas mengenai Student Governance dengan menjadikan kampus UPNVJ sebagai contoh kasus. Menurutnya, harus ada kesamaan istilah dalam penamaan lembaga legislasi mahasiswa. "Satu senat, satu majelis," katanya, mengomentari bedanya penamaan Senat milik FISIP dengan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa milik Universitas.

Selanjutnya, Tsamara Amany, mengungkapkan perspektifnya mengenai legislasi pemerintahan di Indonesia. Sebagai politikus muda yang sedang meniti karir, ia menilai masalah utama dari kegiatan legislatif saat ini adalah biaya politik yang mahal. Biaya politik yang tinggi membuat legislator terpilih memprioritaskan pengembalian modal yang ia keluarkan daripada kepentingan rakyat. "Akhirnya mikirin proyek-proyek," ujarnya.

Tsamara menilai, saat ini anak muda memainkan peran yang sangat penting dalam politik elektoral.  Media sosial yang didominasi oleh anak muda merupakan ruang yang tepat untuk membangun kesadaran politik masyarakat dalam upaya perbaikan iklim politik. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk menghindari sikap apolitis, apalagi sampai takut terlibat dalam aktivitas perpolitikan. "Semakin kita menarik diri, bukan berarti politik semakin jauh dari kita. Semakin kita menarik diri, justru semakin politik mengontrol kita," ungkap perempuan lulusan Universitas Paramadina ini.

Terakhir, Ahmad Fathul Bari, salah satu Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), mengajak mahasiswa FISIP UPNVJ untuk belajar dari mekanisme student governance di UI. Ia mengatakan bahwa mahasiswa di UI itu 'bernegara'. Lembaga eksekutifnya, misalnya, tidak hanya sekadar mengurusi acara-acara kampus. "Fungsi utama kita menjadi kontrol (bagi kampus)," jelasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM UI ini menilai, mahasiswa memang harus menjadi kontrol kerja-kerja pemerintah. Bercontoh pada Reformasi 1998, mahasiswa harus menghimpun diri dalam gerakan-gerakan. Meski begitu, ia memberi catatan, model pergerakannya harus memodernisasi dirinya supaya relevan dengan tuntutan zaman sekarang. Pertama, mengenai persoalan hak asasi manusia (HAM). Ketika dulu menghadapi pemerintahan otoriter Orde Baru, isu HAM yang diprioritaskan adalah hak politik para sipil. Sekarang ini, isu HAM yang lebih sentral adalah soal hak ekonomi, sosial, dan budaya yang tidak merata.

Kedua, karakter mahasiswa gerakan juga harus bergeser. Yang dulunya adalah gerakan moral intelektual, menjadi gerakan sosial berbasis moral intelektual. Kalau dulu setiap ada masalah mahasiswa turun ke jalan untuk mengupayakan penurunan pemerintahan yang berjalan, saat ini gerakan mahasiswa harus lebih paradigmatik dan menempuh jalur-jalur penyelesaian yang demokratis.

Ketiga, pola dan bentuk gerakan juga harus berubah. Jika sebelumnya mahasiswa mengambil peran oposisi dan menolak berpartisipasi dalam elektoral karena prosesnya direkayasa pemerintahan Orde Baru, hari ini mahasiswa harus lebih aktif dalam kerja-kerja advokasi yang membela kepentingan rakyat dari dominasi pemerintah.

"Siapapun bisa menjadi tokoh perubahan. Maka jika ada yang dirugikan dalam proses demokratisasi yang sekarang, kita bisa mengganti peraturan-peraturannya," pungkas Ahmad Fathul Bari yang juga calon anggota legislatif itu. (M. Berlian)

IMG_6404.JPG

IMG_6390.jpg

IMG_6399.JPG

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f