• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

HIMAIKOM: Literasi Sebagai Lentera Milenial

  • Terakhir diperbaharui : Kamis, 13 September 2018
  • Penulis : Hendrik Okta Ardhani, S,Kom
  • Hits : 118

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP, UPN “Veteran” Jakarta mengadakan acara seminar literasi dengan tema “Harmoni Cinta Literasi; Literasi Sebagai Lentera Milenial”. Acara yang dilaksanakan dalam rangkaian Communication of Literature Rhetorica ini dilaksanakan pada hari Selasa, 4 September 2015 di Auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta.

“Kita harus memberi apresiasi yang baik untuk HIMAIKOM, yang sudah mengangkat acara ini,” jelas Dr. Anter Venus, MA.Comm dalam sambutan beliau di hadapan peserta seminar tersebut.

Sementara itu, Azwar, M.Si. yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut memaparkan bahwa ada lima persoalan yang dihadapi Indonesia terkait dengan literasi ini.

“Persoalan kita terkait literasi adalah pertama rasio buku dan jumlah penduduk Indonesia yang sangat kurang, kedua budaya baca yang rendah, ketiga akses masyarakat terhadap perpustakaan yang minim, keempat rendahnya tingkat literasi, dan kelima rendahnya Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia,” jelas Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut.

Lebih jauh Azwar, M.Si memaparkan bahwa rasio buku di Indonesia sangat kurang antara penduduk dan buku. Di Indonesia rasio buku dengan masyarakatnya 1 buku untuk 15.000 orang, sementara jika dibandingkan dengan jumlah buku di Asia Timur dimana 1 orang berbanding 15 buku pertahun, di Eropa dan Amerika 1 orang berbanding 25 buku pertahun. Menurut UNESCO seharusnya rasio buku yang ideal adalah 1 orang berbanding 2 buku pertahun.

Kedua budaya baca di Indonesia masih rendah, dimana berdasarkan kajian yang dilakukan Perpustakaan Nasional, Indonesia hanya memiliki point rata-rata 26,7 pada tahun 2016. Persoalan ketiga adalah akses masyarakat ke perpustakaan yang baru 41 persen dari total penduduk Indonesia dengan tingkat kunjungan perpustakaan kurang dari 2 persen perhari. Keempat tingkat literasi Indonesia berdasarkan Central Connecticut State University 2016, tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara yang didata. Hal kelima yang juga menjadi persoalan dalam literasi di Indonesia adalah rendahnya IPM Indonesia yang berada pada peringkat 110 dari 187 negara dengan indeks 0,684. Hal ini dibawah Malaysia 0,779, Thailand 0,726 dan Singapura 0,912.

Pada kesempatan yang sama Inggrid Sonya, penulis muda yang juga hadir pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa agar anak-anak muda milenial akrab dengan budaya literasi seperti menulis dan membaca, maka harus memberikan bahan bacaan yang disukai oleh anak-anak muda.

“Jadi, berikanlah anak-anak muda milenial ini bahan bacaan yang sesuai selera mereka, jangan memberi bahan bacaan yang berat untuk pembaca pemula, selain itu juga gunakanlah media digital untuk mengajak anak-anak muda membaca,” jelas penulis novel Revened Back tersebut. (*)

Harmoni_Cinta_Literasi1.JPG

Harmoni_Cinta_Literasi.JPG

Harmoni_Cinta_Literasi2.JPG

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f