• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Merancang Arah Baru Studi Hubungan Internasional di Era Digital

  • Terakhir diperbaharui : Jumat, 26 April 2019
  • Penulis : RIYANA PUTRI NURKHALISA
  • Hits : 578

prof_yanyan_4.JPG

FISIP UPNVJ - Pada 23 April 2019, Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta mengadakan kuliah umum dengan tema “Merancang Arah Baru Studi Hubungan Internasional di Era Digital.” Kuliah umum ini diberikan oleh Prof. Yanyan M. Yani, Ph.D, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Pemilihan tema ini disesuaikan dengan perkembangan digital yang masif sehingga mengubah tradisi-tradisi yang telah ada sebelumnya. Perkembangan dunia digital turut mengubah wajah dunia internasional. Adanya diplomasi digital, perdagangan digital, hingga ancaman digital menjadi penanda akan pentingnya studi HI untuk turut membicarakan isu tersebut lebih lanjut. Tentu saja perubahan-perubahan yang ada juga turut mempengaruhi lapangan pekerjaan bagi lulusan HI. Mau tidak mau mahasiswa HI juga harus memiliki pengetahuan akan dunia digital itu sendiri sekaligus prospek pekerjaan yang relevan di masa depan.

prof_yanyan.JPG

Menurut Prof. Yanyan, salah satu isu menarik yang dapat dieksplorasi lebih lanjut oleh dosen maupun mahasiswa adalah mengenai dampak internet bagi studi HI. Dari sini muncul implikasi strategik akan kecenderungan perkembangan studi HI di Era digital yang dapat ditinjau baik dari aspek akademis maupun praktis. Dalam konteks filsafat ilmu, Prof. Yanyan menyatakan setidaknya ada tiga aspek yang dapat ditinjau. Pertama, dalam aspek ontologi (objek kajian) dalam studi HI tidak hanya terpaku pada negara, melainkan juga pada non-negara.

Selain itu, ranah studi HI turut mengalami perluasan secara signifikan. Sementara secara kajian, bukan tidak mungkin Cosmo Strategy akan banyak dikaji di masa depan. Kedua, dalam aspek epistemologi (cara atau metode), studi HI dapat melakukan penguatan terhadap informasi berbasis “Big Data.” Secara metodologis, dosen maupun mahasiswa harus mulai terbiasa dengan pendekatan kuantitatif dalam menganalisis suatu fenomena. Sedangkan untuk pisau analisis yang digunakan bisa mengalami perluasan, tidak hanya bergantung pada paradigma umum, semisal: idealis, realis, pluralis, strukturalis, tetapi bisa juga mengarah pada digitalis maupun artificial intelligence. Ketiga, dalam aspek aksiologis (kegunaan), transformasi sosial, ekonomi dan budaya yang berlangsung menyebabkan terjadinya network society yang diakibatkan oleh adanya internet dan teknologi komunikasi. Hal ini berdampak, misalnya, pada pertumbuhan ekonomi digital. Internet juga turut berperan dalam kehidupan internasional dan batas-batas negara yang menjadi semakin kabur serta mengakibatkan terjadinya pergeseran kekuasaan.

prof_yanyan_2.JPG

Di akhir kuliah umum, pihak Prodi HI menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada Prof. Yanyan dengan memberikan cinderamata berupa sertifikat serta plakat yang diserahkan oleh Kaprodi HI Bapak Dr. Asep Kamaluddin Nashir dan Dekan FISIP Bapak Dr. R. Dudy Heryadi. Prodi HI berharap ke depannya Prof. Yanyan berkenan untuk bekerjasama dengan Prodi HI UPN “Veteran” Jakarta.

(Penulis: Rizky Hikmawan, S.IP., M.Si.)

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f