• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Lebih Mengenal HIV/AIDS Bersama Yayasan AIDS Indonesia

  • Terakhir diperbaharui : Jumat, 08 Mei 2020
  • Penulis : RIYANA PUTRI NURKHALISA
  • Hits : 97
radio_dan_YAIDS.png

FISIP UPNVJ - Sobat Muda, pada hari Sabtu tanggal 19 April 2020 Fourtyfive Radio live on Instagram bareng YAIDS loh. YAIDS merupakan Yayasan AIDS Indonesia yang dimana organisasi ini bergerak dibidang pencegahan HIV/AIDS.

Yayasan AIDS Indonesia didirikan pertama kalinya pada tanggal 13 Agustus 1993. Nah, tujuan utama YAIDS ini yaitu untuk membangun kesadaran masyarakat, tentang informasi HIV/AIDS. Hal itu terjadi Sobat Muda dikarenakan setiap tahunnya kasus HIV/AIDS selalu meningkat.

Untuk melaksanakan tujuan utamanya YAIDS selalu melakukan kegiatan atau program yang cukup beragam, dimana kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Nah programnya tersebut terdiri dari penyuluhan, seminar, talkshow, pameran, kampanye, fliyering dan layanan konsultasi kepada masyarakat. Selain melakukan pergerakan nyata dan langsung terjun ke lapangan, YAIDS juga terus memberikan  informasi soal pencegahan HIV&AIDS pada website resmi dan media sosialnya loh. Program yang sudah dilakukan oleh YAIDS sendiri akan terus berkembang kedepannya untuk memberikan informasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat luas. Selain itu Sobat Muda ini ada salah satu orang yang aktif dalam YAIDS, yaitu Verrel Yudistira Prayoga. Ia telah aktif di YAIDS sejak tahun 2015, yang berarti sudah 5 tahun di YAIDS dan juga saat ini ia menduduki posisi Campaign Coordinator di Yayasan Aids Indonesia.

Oh ya Sobat Muda, YAIDS sendiri kini hanya terfokus pada area Jabodetabek saja, melainkan belum merambah diluar wilayah Pulau Jawa. Namun jika YAIDS diundang untuk memberikan informasi diluar Pulau Jawa, YAIDS akan hadir. Untuk kantor YAIDS sendiri terletak di Jl. Letjend S Parman, Kavling 78, Kec.Pal Merah, Slipi, Jakarta Barat 11410.

Sobat Muda apa diantara kalian masih ada yang belum tahu apa itu HIV dan AIDS? dan perbedaan keduanya itu apa? Pas banget nih karena di live on Instagram bareng YAIDS kemarin semuanya dibahas secara rinci banget loh. Yuk simak.

Nah ternyata masih banyak banget nih masyarakat yang mengira jika HIV dan AIDS itu merupakan istilah yang sama. Padahal walaupun memang keduanya saling berkaitan, tetapi keduanya merupakan hal yang berbeda Sobat Muda. Terus apa aja sih perbedaan antara HIV dan AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia. Dimana HIV menyerang sel T atau CD4 yang merupakan bagian dari sistem imunitas. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome” merupakan infeksi HIV pada stadium 3. Umumnya, infeksi HIV memerlukan waktu 10 tahun untuk menjelma menjadi AIDS jika tidak ditangani. Secara singkat, AIDS itu  sebuah kondisi akibat infeksi HIV. Itu dia Sobat Muda perbedaan secara umum HIV dan AIDS yang telah dijelaskan oleh pembicara YAIDS di live Instagram kemarin.

Selanjutnya nih Sobat Muda, kita juga harus tahu gimana ciri-ciri dari Orang Dalam HIV dan AIDS (ODHA). Infeksi dari HIV sendiri terjadi dalam tiga tahap yaitu tahap pertama HIV Primer, tahap kedua Gejala Latensi Klinis, dan tahap ketiga Gejala AIDS. Tahap pertama mempunyai Ciri-ciri awalnya seperti: sakit kepala, kelelahan, sakit otot, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam merah yang tidak gatal, serta demam.

Nah tahap keduanya yaitu gejala latensi klinis. Dimana di dalam tubuh, sel-sel yang disebut dengan sel T CD4 mengoordinasikan respons sistem kekebalan tubuh. Selama tahap ini, HIV yang tidak diobati akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

Terkahir tahap ketiga yaitu gejala AIDS. AIDS adalah tahap lanjut dari infeksi HIV. Ini biasanya terjadi ketika jumlah sel T CD4 turun di bawah 200 dan sistem kekebalan tubuh rusak parah. ODHA bisa mengalami infeksi oportunistik, penyakit yang lebih sering terjadi dan lebih buruk pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. ciri-ciri tahap ketiga ODHA  yaitu: daya tahan tubuh melemah sehingga mudah sakit dan akan berlanjut menjadi AIDS, demam terus menerus lebih dari 10 hari, lelah setiap saat dan sulit bernapas, diare dalam jangka waktu lama, terjadi infeksi jamur, adanya bintik ungu yang tidak hilang, dan nafsu makan menurut sehingga berat badan turun.

Selain itu Sobat Muda untuk penularan HIV dan AIDS dapat terjadi karena hal-hal berikut, yaitu: transfusi darah dari orang yang positif HIV, berbagi jarum suntik bagi pengguna narkoba suntik, berhubungan tanpa menggunakan alat pelindung, serta dari ibu yang positif HIV ke anak saat kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Untuk pencegahan HIV dan AIDS sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya. Tetapi ada beberapa cara yang bisa kita perhatikan nih Sobat Muda. Apa aja sih? Yuk simak!

1. Hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual berisiko atau menggunakan narkoba jarum suntik.

2. Bila sudah melakukan perilaku berisiko tersebut, segera lakukan tes HIV.

3. Bila tes HIV negatif, lakukan perilaku aman untuk mencegah tertular HIV.

4. Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, serta menghindari penggunaan jarum suntik bergantian dan tidak lupa untuk selalu konsultasi dengan dokter.

5. Minum obat ARV sesuai dengan petunjuk dokter agar hidup tetap produktif.

Oh ya Sobat Muda perlu diperhatikan juga dalam penularan HIV/AIDS. karena masih banyak yang keliru dari penularan HIV, sehingga ODHA dijauhi bukan berdasarkan alasan yang tepat. Penularan HIV tidak melalui udara, air liur, keringat, ataupun sentuhan. Tapi penularan HIV terutama berasal dari kontak cairan tubuh seperti darah dan cairan kelamin melalui perilaku seksual dan penggunaan jarum suntik. Maka dari itu, Sobat Muda harus bijak ya dalam menyikapinya.

Selanjutnya ada pertanyaan dari Sobat Muda yang dijawab langsung oleh pembicara YAIDS, yaitu "jika ayah dan ibunya adalah seorang ODHA, apakah anaknya juga akan bisa terkena virus itu?" Jawabannya adalah iya. Karena riwayat kedua orangtuanya yaitu ODHA maka peluang anaknya pun untuk terkena juga sangat besar. Oleh karena itu kedua orangtuanya harus bijak dan cepat dalam menangani hal ini untuk segera dan selalu konsultasi kepada Dokter. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa anak dari pasangan ODHA bisa memiliki anak yang tidak terjangkit HIV dan AIDS, dengan cara berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter

Sobat Muda, tadi udah dibahas sedikit tentang ODHA yang dimana kita gaboleh memanggil orang yang terkena HIV/AIDS dengan sebutan penderita tapi harus dengan sebutan ODHA.

Orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) rentan terkena penyakit infeksi, stres, dan berbagai masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas hidup. Meski demikian, hal tersebut tidak seharusnya menjadi halangan bagi para ODHA untuk bisa menjalani hidup yang produktif dan sehat. Maka dari itu seorang ODHA selalu semangat untuk melakukan pengobatan yang dijalani semasa hidupnya, pengobatannya itu antara lain: mengkonsumsi obat ART secara rutin dan sesuai dosis dokter, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga, menghindari rokok dan minuman beralkohol, melengkapi imunisasi, dan mengurangi stress.

Lalu bagaimana seharusnya sikap kita terhadap ODHA yang ternyata dia merupakan kerabat baik kita? Yuk Sobat Muda simak penjelasannya!

Yang pertama kita harus tetap menjaga hubungan kita dengan ODHA dengan baik. ODHA memang virus. Tetapi bukan berarti kita memperlakukan mereka seperti virus yang menakutkan. Jangan sampai kita menjauhi ODHA ya Sobat Muda hanya karena penyakitnya.

Yang kedua beri mereka motivasi. Jika orang terdekat kita ODHA jangan lupa juga untuk selalu memberinya motivasi. Mendorong mereka untuk hidup sehat. Jangan sampai kita membully mereka juga ya Sobat Muda.

Yang ketiga Beri mereka semangat. Karena terkena atau tertular HIV/AIDS bukanlah hal yang diinginkan manusia bukan? Kita sebagai orang terdekat disekitarnya pun harus memberikan mereka dorongan dan semangat. Mereka hanya ingin dianggap dilingkungannya dan diberikan semangat oleh teman-temannya. Jadi kita juga harus selalu ada untuk mereka ya Sobat Muda, untuk selalu mendengar ceritanya agar mereka tidak merasa sendiri.

Sobat Muda itu dia penjelasan singkat mengenai YAIDS, dan HIV/AIDS. Sedikit harapan dari kita untuk ODHA agar selalu semangat dalam menjalani ini, dan jangan pernah merasa dikucilkan karena banyak masyarakat yang sangat peduli kepada ODHA. Harapan juga untuk Sobat Muda yang merupakan generasi muda, sekarang harus bisa lebih memahami apa itu HIV dan AIDS serta harus peduli dengan seorang ODHA dan harus tahu bagaimana caranya untuk bersikap yang baik terhadap ODHA. Jangan sampai kita menjauhkannya. Karena yang harus kita lakui sebagai generasi muda adalah jauhi virusnya bukan orangnya.

Source: Fourtyfive Radio

Informasi

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f