Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

FisipUPNVJ – Konsolidasi dalam rangka persiapan program studi S1-Film, Televisi dan Media kembali dilaksanakan. Kali ini Tim Pendirian Prodi S1-Film, Televisi dan Media FISIP UPNVJ berdiskusi hangat dengan Hery Supiarza, Ketua Prodi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Tito Imanda, Ketua Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein), di FISIP UPN “Veteran” Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Hery Supiarza, Ketua Prodi Film dan Televisi UPI Bandung menjelaskan Prodi Film dan TV menjadi salah satu favorit mahasiswa. Sehingga perlu ada kurikulum yang matang agar lulusan siap dalam menghadapi dunia industri. Untuk itu, penguatan kurikulum dalam prodi menjadi hal yang penting. “Materi film dokumenter menjadi wajib ada di semester 3 karena menjadi dasar,” ujar Hery, Kamis (23/11/2023).

Selain itu, Hery juga menyiapkan mahasiswanya dalam menghadapi program Merdeka Belaja Kampus Merdeka (MBKM). Sebelum menghadapi MBKM, mahasiswa harus melakukan seminar proposal (sempro) penelitian sebagai konsep awal film dokumenter. “Tugas dokumenter akan dilakukan secara individu. Kemudian akan diartikulasi melalui tulisan jurnal dan dikirimkan. Proses ini akan dimatangkan ketika mahasiswa juga melakukan program MBKM sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Tito Imanda, Ketua Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein) menyatakan ada 2 bidang yang harus dalam pembahasan film, yakni pengkajian dan penciptaan atau produksi. Sehingga kedua bidang itu harus menjadi fokus dalam pendalam materi tentang film. Hal itu dapat dikombinasikan dengan pengetahuan yang beragam tentang film, yang bisa menyinggung hal-hal seperti antropologi, sosial, politik, dan psikologi.

“Ada 1 teori yang muncul dari kesamaan film itu sendiri, yakni film formal. Kadang disebut sebagai teori formal film atau formalis atau formalism film. Ini harus dipahami dengan baik,” terangnya.

Tito menilai pembuatan film berdasarkan kajian atau riset akan memberikan kekuatan dalam film tersebut. Sehingga sisi kajian perlu mendapat perhatian, agar film-film di Indonesia memiliki kualitas dan daya saing dibandingkan dengan film dari negara lain.

Ketua Tim Pendirian prodi Film, TV dan Media, FISIP UPN “Veteran” Jakarta, Firdaus Noor menjelaskan diskusi yang terjadi cukup dinamis dan memberikan warna baru bagi tim. Firdaus menyebut hasil dari diskusi itu menjadi modal yang sangat berharga untuk mewujudkan program studi S1-Film, Televisi dan Media di FISIP, UPN “Veteran” Jakarta.

“Tentunya kami akan mencari benang merah dan kesimpulan-kesimpulan yang menarik dari hasil diskusi ini. Sehingga bisa mempersiapkan prodi dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (DS)

× Hubungi Kami