FisipUPNVJ-Dalam rangka pengumpulan data penelitian mengenai Ketahanan Nilai Budaya pada Generasi Z, tim dosen dan mahasiswa dari Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta melakukan kunjungan lapangan ke Kota Ambon serta Kepulauan Banda (Banda Neira dan Banda Besar), Kecamatan Maluku Tengah. Kegiatan penelitian ini berlangsung pada 25–30 November 2025 dan dipimpin oleh Dr. Wahidah R. Bulan, M.Si selaku ketua tim, bersama Syahladiya Valldemossa sebagai anggota tim dari unsur mahasiswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ketahanan nilai budaya pada Gen Z, menggali faktor penyebab degradasi nilai budaya, serta memetakan berbagai upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah arus modernitas. Salah satu fokus utama penelitian adalah melihat bagaimana Gen Z merespons berbagai program pelestarian budaya yang digagas pemerintah maupun komunitas lokal.

Salah satu kegiatan budaya yang menjadi sorotan adalah Festival Banda Heritage, sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Budaya (BPK) Wilayah XX Maluku. Festival ini menarik partisipasi luas dari Gen Z, terutama melalui berbagai kegiatan seperti lomba Pacu Perahu dan tracking Puncak Gunung Lewerani atau Gunung Api Banda. Antusiasme tinggi para peserta muda dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi indikasi positif terhadap minat mereka mempertahankan tradisi dan budaya lokal.

Temuan penting dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa atau Kampung Adat memegang peran sentral dalam menjaga ketahanan nilai budaya, baik di Maluku Tengah maupun di Kepulauan Banda. Ikatan masyarakat terhadap Desa Adat begitu kuat, terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan adat, bahkan ketika berada di perantauan. Contohnya adalah tradisi Pencucian Sumur Pusaka (Cuci Parigi Pusaka) di Banda Besar (Lonthoir) yang digelar setiap sepuluh tahun sekali. Pada momen ini, masyarakat Banda dari berbagai daerah kembali pulang untuk mengikuti prosesi adat, menandakan kuatnya rasa memiliki terhadap tradisi leluhur.

Peran Desa Adat semakin diperkuat oleh fungsi keluarga sebagai perpanjangan tangan dalam mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Meskipun fenomena penggunaan gadget secara masif juga terlihat di Banda—bahkan pada anak-anak—nilai-nilai budaya tetap terpelihara berkat pengaruh kuat adat dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan jangka panjang yang perlu diwaspadai. Penetrasi nilai-nilai global melalui game, konten digital, dan berbagai platform daring dapat membawa nilai yang tidak selalu selaras dengan budaya Indonesia. Pola penyisipan nilai yang halus dan sulit dideteksi dikhawatirkan dapat perlahan menginfiltrasi cara pandang Gen Z tanpa disadari.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa meski Gen Z menghadapi berbagai potensi ancaman budaya di era digital, kekuatan komunitas adat, peran keluarga, serta partisipasi aktif dalam kegiatan budaya menjadi benteng penting dalam menjaga ketahanan nilai budaya di Maluku Tengah, khususnya di Kepulauan Banda. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan strategi penguatan budaya yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi muda di masa depan.

Tags:
× Hubungi Kami