FisipUPNVJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan International Talkshow bertajuk “Education, Social, and Culture” bersama delegasi dari De La Salle College of Saint Benilde, Filipina. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (12/2), bertempat di Ruang Lab Diplomasi, Gedung FISIP A (Gedung Muhammad Yamin), Kampus UPNVJ Pondok Labu. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI), Dr. Bambang Susanto, MA., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Musa Maliki, Ph.D., perwakilan dosen FISIP UPNVJ, Chairperson of Governance and Public Affairs De La Salle College, Ms. Maricel Fernandez-Carag, serta 20 mahasiswa delegasi School of Diplomacy and Governance, De La Salle College.
Pertemuan ini dirancang sebagai momentum strategis untuk memperkuat diplomasi pendidikan serta memperluas jejaring kolaborasi internasional di kawasan Asia Tenggara. Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPNVJ, Dr. Bambang Susanto, MA., dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset di bidang politik dan budaya. Beliau berharap kemitraan ini dapat memberikan perspektif global yang lebih luas bagi seluruh sivitas akademika dalam memahami dinamika internasional secara mendalam. “Kami berharap kolaborasi ini menjadi pintu pembuka bagi mahasiswa dan dosen untuk mengeksplorasi pengalaman akademik internasional, baik melalui pertukaran budaya maupun penelitian bersama di masa depan,” ujar Dr. Bambang. Sinergi ini ditargetkan mampu meningkatkan daya saing lulusan UPNVJ di kancah global melalui penguatan karakter dan ilmu pengetahuan.
Pada kesempatan yang sama, Chairperson of Governance and Public Affairs De La Salle College, Ms. Maricel Fernandez-Carag, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan hasil dari diskusi panjang yang akhirnya terealisasi setelah persiapan matang sejak tahun lalu. Ia menekankan pentingnya integrasi perspektif global dalam kurikulum pendidikan tinggi guna menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Dalam pernyataannya, Ms. Maricel menyambut baik implementasi konkret dari kerja sama ini. “Kami menantikan berbagai kegiatan kolaboratif seperti program pertukaran, kunjungan belajar, dan riset bersama yang melibatkan mahasiswa maupun dosen dari kedua institusi,” ungkapnya.
Diskusi dalam talkshow tersebut memfokuskan pada tantangan serta peluang pendidikan internasional dengan melibatkan narasumber mahasiswa dari kedua universitas. Para peserta mengeksplorasi perbedaan sistem pendidikan dan kekhasan budaya antara Indonesia dan Filipina sebagai aset untuk memperkaya perspektif sosial di tingkat regional. Selain sesi berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyelaraskan visi pendidikan yang inklusif dan progresif bagi pengembangan akademik kedua belah pihak. Melalui dialog interaktif ini, batasan stereotip budaya diharapkan dapat terkikis sehingga membangun pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni FISIP UPNVJ, Musa Maliki, Ph.D., turut memberikan motivasi strategis kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki talenta dan keberanian dalam bersikap kritis, terutama dalam mempertanyakan kekuasaan dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa dalam diskusi global semacam ini merupakan modal penting untuk membentuk calon pemimpin masa depan yang berintegritas. “Ini adalah masa depan kalian, maka teruslah asah kemampuan untuk menjadi talenta-talenta hebat yang berani bersuara demi perbaikan tata kelola di masa yang akan datang,” pungkas Musa Maliki dalam pidato penutupnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi berkomitmen untuk merumuskan rencana konkret terkait program mobilitas mahasiswa dan dosen serta penelitian bersama. Kedua belah pihak memberikan cinderamata dan juga melakukan sesi foto bersama sebagai simbolisasi aliansi institusional yang berkelanjutan. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini menjadi fondasi bagi UPNVJ dalam memperkokoh identitas sebagai Kampus Bela Negara yang adaptif terhadap isu global. Dengan terlaksananya agenda ini, diharapkan solidaritas antarnegara melalui jalur pendidikan dan kebudayaan dapat terjalin semakin kuat di masa depan.

