FisipUPNVJ — Program Studi Hubungan Internasional, FISIP UPN “Veteran” Jakarta menggelar Interactive Classes yang mengangkat tema “Non-Traditional Security: Climate, Migration, and Maritime Risks in Southeast Asia” dengan menghadirkan Prof. Dr. Mohd Kamarulnizam Bin Abdullah selaku Director Institute of Malaysian and International Studies (IKMAS) Universiti Kebangsaan Malaysia pada Rabu, (4/3) bertempat di Auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta.

Dalam pemaparannya, Kamarulnizam menjelaskan bahwa ancaman yang muncul dalam isu keamanan non-tradisional di negara-negara Asia Tenggara biasanya berasal dari dalam negeri dengan rentang waktu yang panjang. Ia menyebut bahwa fenomena di Asia Tenggara berbeda dengan sejarah Barat yang baru menghadapi ancaman keamanan non-tradisional dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam konteks Asia Tenggara, gangguan yang muncul sebagian besar berkaitan dengan penjajah yang secara sepihak memetakan wilayah negara-negara jajahan. Hal ini lantas berakibat pada pengecualian terhadap penduduk asli.

“Gangguan bagi negara-negara Asia Tenggara sebagian besar sangat berkaitan dengan penjajah. Penjajahan yang terjadi kemudian mengakibatkan penduduk asli dikecualikan dan terpisah dari identitas nasional. Beban sejarah ini belakangan menciptakan masalah identitas yang menyebabkan negara-negara Asia Tenggara menghadapi ancaman internal dan eksternal bersamaan,” jelasnya.

Di akhir sesi, Kamarulnizam menawarkan beberapa strategi untuk menjaga kepentingan nasional dari ancaman keamanan non-tradisional.

“Dengan menerapkan strategi dalam pengembangan kebangsaan, keterlibatan regional yang aktif, perlindungan perbatasan, pengembangan kohesi internal, dan kebijakan luar negeri yang tepat, negara-negara dapat menjaga keamanan mereka dari deforestasi, pengelolaan air, penambangan laut dalam, kejahatan organisasi transnasional, migrasi paksa, kejahatan siber, dan ancaman keamanan non-tradisional lainnya yang muncul,” tutupnya.

Interactive Classes dengan tema “Non-Traditional Security: Climate, Migration, and Maritime Risks in Southeast Asia” dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa di lingkungan FISIP, UPN “Veteran” Jakarta.

foto bersama
× Hubungi Kami