FisipUPNVJ – Sesi tanya jawab dalam kegiatan International Visiting Professor bersama Prof. Mikihiro Moriyama yang merupakan seorang dosen dan guru besar di Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang, berlangsung interaktif dan penuh antusiasme yang dilaksanakan pada hari Senin, 30 Maret 2026 di auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Mahasiswa dari berbagai program studi magister, baik Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional dan Ilmu Politik aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait metodologi riset, publikasi ilmiah, hingga dinamika dunia akademik global.
Salah satu penanya, Tuti Oktaviani, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan unsur keunikan (lokalitas) dan universalitas dalam penulisan artikel ilmiah. Ia juga menanyakan bagaimana menjaga fokus tulisan agar tidak melebar serta menggali inspirasi dari karakter masyarakat Jepang.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Moriyama menekankan bahwa kunci utama dalam penulisan ilmiah terletak pada ketajaman research question. “Yang paling penting bukan pada porsi antara lokal dan universal, tetapi seberapa jelas pertanyaan riset yang ingin dijawab,” jelasnya.
Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh Fitra Ramadani, mahasiswa Magister Ilmu Politik, yang mengangkat dilema dalam menentukan “masalah penelitian” ketika fenomena sosial yang diamati lebih terlihat sebagai proses adaptasi masyarakat. Menurut Prof. Moriyama, fenomena yang menarik tetap dapat diteliti selama memiliki research question yang tajam dan tujuan yang jelas.
Sementara itu, Grisel Aranis, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, mempertanyakan pengaruh kolaborasi penulis terhadap peluang publikasi. Menjawab hal ini, Prof. Moriyama menegaskan bahwa kualitas isi jauh lebih penting dibandingkan siapa penulisnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika akademik, termasuk kontribusi penulis yang akan diikutsertakan nsamanya serta praktik blind review dalam publikasi ilmiah.
Pertanyaan lain datang dari Marwa Ulfa, mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi, yang menanyakan prospek menjadi peneliti serta pilihan fokus disiplin ilmu. Prof. Moriyama menyarankan agar peneliti muda terlebih dahulu mendalami satu disiplin ilmu secara mendalam sebelum mengembangkan pendekatan multidisiplin.
Selain itu, Marwa juga menyoroti aspek pendanaan riset. Prof. Moriyama menjelaskan bahwa di Jepang, pendanaan penelitian bersifat transparan dan tersedia melalui alokasi universitas maupun hibah riset, meskipun dunia akademik tidak berorientasi pada keuntungan finansial.
Pertanyaan terakhir disampaikan oleh Desi Harjianti, mahasiswa Magister Hubungan Internasional, yang menanyakan strategi menentukan novelty atau kebaruan penelitian. Prof. Moriyama menjelaskan bahwa kebaruan tidak hanya berasal dari temuan baru, tetapi juga dapat muncul dari metode, pendekatan analisis, maupun cara penulisan yang berbeda dan lebih tajam.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola ide penelitian, terutama pada topik sensitif seperti keamanan dan energi, agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Ana Sabhana Azmy, M.I.P ini ditutup dengan rangkuman bahwa keberhasilan publikasi ilmiah ditentukan oleh beberapa faktor utama, yaitu kejelasan research question, kekuatan data, kebaruan pendekatan penelitian, penulisan footnote dan referensi serta kemampuan menulis secara sistematis dan to the point.
Melalui sesi tanya jawab ini, kegiatan International Visiting Professor tidak hanya menjadi forum transfer ilmu, tetapi juga ruang dialog akademik yang memperkaya perspektif serta meningkatkan kapasitas riset mahasiswa dan dosen FISIP UPNVJ.
Kerabat Kerja
———————————
Penulis: Andisyiah Eka, A., SH. | Penyelaras Bahasa: Dr. Ana Sabhana Azmy, M.I.P

