FisipUPNVJ –  Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media Program Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta, menempati posisi sebagai prodi dengan tingkat paling ketat pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di UPN “Veteran” Jakarta. Bukan hanya itu, bahkan pada tingkat nasional juga menempati posisi 4 besar.

Pada urutan 10 besar tingkat persaingan terketat, Prodi Kajian FTM menempati posisi ke-4, dengan tingkat keketatan 0,96%. Dimana sebanyak 8 kursi yang tersedia diperebutkan oleh 831 pendaftar. Peringkat 10 besar didominasi oleh rumpun ilmu eksakta, dan Prodi Kajian FTM berhasil menjadi salah satu rumpun ilmu sosial yang berhasil bertengger di 10 besar.

Angka tersebut menunjukkan besarnya animo masyarakat terhadap Prodi Kajian FTM. Hal ini selaras dengan perkembangan teknologi dan media, khususnya pada film dan televisi yang semakin berkembang pesat. Dinamika ini jelas membutuhkan sumber daya manusia yang memahami kebutuhan zaman.

Adapun profil lulusan yang dibidik dari pelaksanaan pembelajaran pada Prodi Kajian FTM, antara lain sebagai:

  1. Dokumentaris, yakni sarjana yang memiliki kemampuan untuk memproduksi karya film dokumenter berbasis bela negara; terlibat langsung dalam setiap tahapan proses produksi film dokumenter; kreatif dalam mengolah data, fakta dan realita; sensitif pada nilai-nilai moralitas, universalitas dan rasa kemanusiaan; dapat memastikan asas legalitas yang sah yang berkaitan dengan ketepatan dalam mengidentifikasi konten naratif film, subjek dan tempat pengambilan gambar.
  2. Periset film, televisi, dan media, yakni sarjana yang mampu mengumpulkan dan menganalisis data-data faktual seputar film, televisi, dan media; mampu memetakan kebutuhan data teknik audio-visual, data konten cerita, dan data yang terkait dengan kebutuhan manajemen produksi produksi film, televisi, dan media.
  3. Kritikus film, yakni sarjana yang mampu menciptakan argumen dan solusi keilmuan, teknologi, dan seni bidang film, televisi, dan media berdasarkan kajian kritis atas fakta, konsep, prinsip, atau teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika akademik; menganalisis unsur-unsur formal film, televisi, dan media; menguasai bahasa film, televisi, dan media; mampu menganalisis pesan, tanda, dan makna pada medium film, televisi, dan media.
  4. Jurnalis multimedia, yakni sarjana yang mampu merancang isi pesan jurnalistik melalui berbagai platform multimedia dalam format yang memenuhi standar industri yang berlaku dalam sebuah simulasi kerja; mampu melakukan analisis trending topic yang terjadi dalam pemberitaan multimedia; mampu melakukan riset media; menguasai manajemen isu dan opini publik; menguasai keterampilan komunikasi public speaking dan produksi jurnalistik televisi dan media online.

Prodi Kajian FTM Program Sarjana berdiri pada 2024. Tahun 2026, merupakan gelombang angkatan ketiga penerimaan mahasiswa pada tahun berjalan. Prodi berdiri pada 8 Juli 2024 setelah mendapatkan persetujuan/ izin pendirian melalui Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 415/E/O/2024. (Dede Suprayitno)

Kerabat Kerja

———————————

Penulis: Dede Suprayitno, M.I.Kom

× Hubungi Kami