FisipUPNVJ – Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media Program Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menjadi yang terketat diantara prodi se-UPNVJ pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Adapun posisi kedua ditempati oleh Prodi Farmasi, Fakultas Kedokteran.
Kedua prodi tersebut mewakili UPNVJ pada tingkat 10 besar nasional. Adapun tingkat keketatan penerimaan Prodi Kajian FTM yakni 0,96%, dimana sebanyak 8 kursi diperebutkan oleh 831 pendaftar. Sedangkan pada Prodi Farmasi dengan tingkat keketatan 1,12%, dimana sebanyak 12 kursi diperebutkan oleh 1.071 pendaftar.
Hal ini menandai Prodi Kajian FTM, sebagai prodi yang belum lama berdiri namun memiliki animo yang besar di masyarakat. Perkembangan baik ini merupakan komitmen Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang ditujukan menjawab perkembangan zaman. Para pengelola program studi juga sejak awal berupaya keras untuk mengawal fondasi keilmuan prodi dengan sebaik-baiknya, misalnya pada pembahasan kurikulum.
Penyusunan kurikulum dirumuskan melalui beberapa kali workshop dan menjaring aspirasi dari berbagai kelompok pemangku kepentingan, seperti asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan pelaku industri. Diskusi yang dilahirkan turut berkontribusi dalam pembentukan fondasi keilmuan dan kekhasan prodi. Pelibatan berbagai stakeholder ini, agar pihak pengelola program studi memperoleh gambaran yang komprehensif tentang kurikulum, menangkap peluang yang muncul dari program studi di bidang film, televisi dan media, dan memetakan kebutuhan pembelajaran disesuaikan dengan dinamika zaman.
Misalnya saja, pada 22 November 2023, FISIP UPNVJ menggelar lokakarya bersama Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, Hanief Jerry, M.Sn untuk mengkaji profil lulusan mahasiswa prodi yang berfokus pada film dan televisi. Selain itu, pengelola prodi juga berdikusi dengan praktisi film seperti Produser dan Direktur WatchDoc Documentary, Ary Trismana, dan Koordinator Prodi Film dan Televisi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Herri Supiarza.
Selain itu, diskusi juga dilakukan bersama dengan Ketua Asosiasi Program Studi Film dan Televisi Indonesia (PROSFISI), Dr. Gerzon R. Ajawaila, Ketua Asosiasi Pengkaji Film Indonesia, Tito Imanda, PhD, dan juga Ketua Asosiasi Sutradara Televisi Indonesia (STI), Agung Cahyono. Pelibatan berbagai stakeholder tersebut merupakan langkah strategis dalam merumuskan kurikulum yang tepat. Tidak berhenti sampai proses tersebut, saat draf kurikulum telah selesai, juga mendapatkan masukan dari Prof. Dr. Ismail Sualman, Guru Besar Fakultas Komunikasi dan Media Universiti Teknologi Mara/UiTM-Malaysia). Prof Ismail memberikan rekomendasi agar kurikulum yang dibangun tetap adaptif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Antara lain seperti memperkuat kajian pada kecerdasan buatan, animasi, memperkuat riset dan metodologi, mengembangkan keilmuan melalui magang industri yang difokuskan pada bidang film, televisi, dan media, dan mengintegrasikan soft skill mahasiswa.
Kerabat Kerja
———————————
Penulis: Dede Suprayitno, M.I.Kom
