FisipUPNVJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Public Lecture: Democracy and Human Rights dengan fokus pembahasan “Are Human Rights Universal or Culturally Relative?”. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa, 07 April 2026 ini berlangsung melalui platform daring Zoom Meeting dan dihadiri oleh 114 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta dosen yang antusias.

Acara dibuka oleh Dosen Program Studi Ilmu Politik, Sri Lestari Wahyuningrum, Ph.D. Dari kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar dari para ahli/praktisi mengenai kompleksitas hubungan antara demokrasi, hak asasi manusia, dan keberagaman budaya dalam konteks global yang terus berkembang.

Acara ini menghadirkan narasumber ahli/praktisi internasional, yaitu Patrick Burgess, yang merupakan President Asia Justice and Rights (AJAR) sekaligus pakar hak asasi manusia. Dalam pemaparannya, Patrick mengajak para peserta untuk mengeksplorasi pertanyaan fundamental mengenai apakah hak asasi manusia bersifat universal bagi semua orang tanpa memandang konteks, atau hak tersebut harus dipahami secara relatif sesuai dengan konteks budaya, tradisi, dan nilai sosial masing-masing masyarakat.

Dalam pemaparannya, Patrick Burgess menjelaskan bahwa hukum hak asasi manusia internasional pada dasarnya mengakui adanya perbedaan budaya, termasuk praktik keagamaan dan sosial. Setiap masyarakat memiliki hak untuk mempertahankan identitas dan nilai budayanya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua praktik budaya dapat dibenarkan atas nama relativisme budaya.

Menurutnya, ketika suatu praktik budaya membatasi atau bahkan menghilangkan hak-hak fundamental, terutama hak perempuan atas pendidikan, kebebasan bergerak, pekerjaan, layanan kesehatan, serta partisipasi dalam kehidupan publik, maka praktik tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai perbedaan budaya yang sah. Dalam perspektif hukum HAM internasional, pembatasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan dan hak asasi perempuan.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Melalui diskusi interaktif, diharapkan mahasiswa dapat memahami kompleksitas keadilan dan demokrasi di luar teori ruang kelas. Kemudian sesi ditutup dengan apresiasi kepada narasumber atas wawasan yang komprehensif dan reflektif, serta harapan untuk melakukan kolaborasi di masa mendatang.

Melalui agenda kuliah umum ini, FISIP UPNVJ berkomitmen untuk terus memperluas jejaring internasional dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi serta pakar tingkat global.

Kerabat Kerja

———————————

Penulis: Gema Pertiwi, S.Pd., M.A.

× Hubungi Kami