FisipUPNVJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar koordinasi dasar terkait regulasi layanan masyarakat melalui kehumasan sebagai upaya menyamakan standar kerja pemberitaan, pada Rabu, (04/02) bertempat di ruang rapat Nusantara 2 UPNVJ. Kegiatan ini melibatkan humas fakultas dan humas universitas untuk memperjelas alur, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing unit. Koordinasi dilakukan seiring peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2026 yang menuntut bukti kerja berbasis dokumentasi publikasi. Melalui forum ini, FISIP menegaskan pentingnya sinergi humas dalam menjaga reputasi institusi.
Koordinasi tersebut membahas penguatan peran humas sebagai pengendali reputasi sekaligus penyedia bukti kinerja IKU, yang meningkat dari delapan indikator pada 2025 menjadi sebelas indikator pada 2026. Salah satu fokus utama adalah kewajiban dokumentasi kegiatan dalam bentuk berita yang terpublikasi secara konsisten. Karena itu, humas fakultas dan universitas menyepakati standar penulisan berita dengan gaya bahasa yang lugas dan struktur piramida terbalik. Setiap berita juga diwajibkan memuat kutipan narasumber hasil wawancara sebagai penguat substansi.
Selain standar penulisan, forum ini turut membahas alur pemberitaan dari tingkat fakultas ke universitas. Judul berita disepakati maksimal 12 kata untuk keperluan rilis resmi setiap berita. Humas fakultas diminta mengirimkan judul dan tautan berita yang telah dirilis ke grup humas universitas untuk kemudian disebarluaskan melalui kanal transformasi UPNVJ. Dari sisi visual, setiap berita wajib memiliki bahasa foto yang selaras dengan isi teks, dengan prioritas pada foto utama atau gunakan ilustrasi jika dokumentasi tidak tersedia.
Kepala Tim Kerja Humas UPNVJ, Dr. Firdaus Noor, M.I.Kom., M.Sn., menegaskan bahwa sinergi antarhumas menjadi kunci dalam menghadapi isu strategis. “Kita harus sinergi terkait isu yang berpotensi menimbulkan krisis. Humas universitas akan menghubungi humas fakultas untuk melakukan verifikasi sebelum isu tersebut berkembang,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya agenda rapat rutin humas dengan pimpinan, baik mingguan maupun bulanan, agar isu dan arah pemberitaan tetap terkendali.
Dalam mendukung pengelolaan isu, UPNVJ juga memanfaatkan Kazee Analytics sebagai alat pemantauan reputasi digital. Sistem ini mampu mendeteksi kemunculan isu dan sentimen positif, negatif, maupun netral terkait UPNVJ maupun fakultas di berbagai platform media massa dan media sosial. Data dikumpulkan melalui penyaringan kata kunci “UPNVJ” yang dianalisis secara berkala. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi humas universitas dan fakultas dalam menentukan respons komunikasi yang tepat dan terukur.
