FisipUPNVJ—Dosen Ilmu Politik, FISIP, UPN “Veteran” Jakarta hadir sebagai narasumber Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Memperkokoh Suara untuk Transformasi Bangsa Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan Pasal 33 UUD 1945”, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (HIMAPOLINDO) dalam rangkaian pelaksanaan Kongres Nasional ke-X Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada Senin, (18/05).
Pada kesempatan tersebut, Deni Angela memulai sesinya dengan mengajak seluruh peserta untuk mengingat dan menyelami kembali pemikiran-pemikiran yang diwariskan oleh dua proklamator bangsa, Soekarno dan Mohammad Hatta. Ia menjelaskan bahwa Marhaenisme dan Koperasi sejatinya adalah kompas dalam pembangunan bangsa.
“Marhaenisme dan Koperasi adalah buah pemikiran dua proklamator kita yang sebenarnya harus diamalkan oleh pemimpin bangsa hari ini. Karena pemikiran tersebut sejatinya adalah kompas dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan di Indonesia,” jelas Deni.
Ia juga menjelaskan bahwa prinsip ekonomi kerakyatan yang tercermin dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) merupakan benteng yang bisa menahan laju disparitas ketimpangan yang terjadi hari ini akibat kondisi geopolitik dan krisis global.
“Tugas kita hari ini adalah mendorong para elit untuk kembali melihat dan menjadikan Pasal 33 UUD NRI 1945 sebagai kiblat dalam rangka pembangunan ekonomi nasional. Tidak lagi hanya bergantung kepada ekonomi pasar,” terangnya.
Deni juga menawarkan beberapa langkah yang dinilainya strategis untuk dilakukan oleh kelompok muda untuk memastikan agar pembangunan Indonesia berjalan sesuai dengan konstitusi.
“Setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan saat ini, tiga hal tersebut yakni: melakukan upaya digitalisasi terhadap UMKM kita; selanjutnya mengupayakan kedaulatan data; serta yang paling krusial adalah melakukan hilirisasi secara inklusif,” tutup Deni.
