FisipUPNVJ – Integritas tidak selalu dimulai dari persoalan besar. Kebiasaan berkata jujur, menjalankan tanggung jawab, menaati aturan, hingga berani menolak tindakan yang tidak benar merupakan bagian dari proses pembentukan karakter antikorupsi sejak usia sekolah. Gagasan tersebut menjadi dasar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FISIP UPNVJ) bersama santri SMP dan SMA Islam Al-Falah Rempoa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 September 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 santri tingkat SMP dan SMA. Pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda mengenai karakter antikorupsi dengan menempatkan nilai-nilai bela negara sebagai salah satu fondasi pembentukan integritas warga negara.

Materi utama disampaikan oleh Dra. Hermina Manihuruk, M.M., Dosen FISIP UPNVJ, melalui topik “Model Pendidikan Karakter Antikorupsi Berbasis Nilai Bela Negara dalam Membangun Civic Integrity.”

Dalam pemaparannya, pendidikan antikorupsi ditempatkan tidak sebatas sebagai pengetahuan mengenai bentuk-bentuk korupsi, tetapi sebagai proses membangun karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap kepentingan bersama, dan keberanian mempertahankan nilai yang benar menjadi bagian penting dalam membangun integritas sejak dini.

Pendekatan tersebut sekaligus memperluas pemahaman mengenai bela negara. Bagi generasi muda, bela negara dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang menunjukkan tanggung jawab sebagai warga negara. Menjaga kepercayaan, tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, menaati aturan, dan berani bersikap jujur merupakan contoh sederhana yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Pendidikan karakter menjadi penting karena perilaku koruptif tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Kebiasaan membenarkan pelanggaran kecil, mengabaikan tanggung jawab, atau menganggap ketidakjujuran sebagai sesuatu yang biasa dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak dibangun kesadaran sejak awal. Oleh karena itu, sekolah dan lingkungan pendidikan mempunyai posisi strategis dalam menumbuhkan budaya integritas.

Keterlibatan santri SMP dan SMA dalam kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya memperkenalkan nilai antikorupsi dengan pendekatan yang dekat dengan pengalaman generasi muda. Pendidikan antikorupsi dengan demikian tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada kemampuan untuk mengenali nilai-nilai integritas dalam berbagai situasi yang mereka hadapi.

Selain Dra. Hermina Manihuruk, MM kegiatan ini turut melibatkan dosen dan mahasiswa FISIP UPNVJ, yaitu Dra. Aniek Irawati, M.Si, Nur Inayar Yushar, M.I.Kom, Lailatus Sholihah, S.Hum., M.Hum., Elia Erna Nurdiani, SE., MM., Naufa Fibriana Khairunisa, Kayla Fatiha, Belva Riana Nur Islami, dan Nadya Vanessa Br Tambun.

Melalui kegiatan ini, FISIP UPNVJ berupaya memperluas ruang pendidikan karakter di luar kampus. Pesan mengenai antikorupsi menjadi lebih relevan ketika tidak hanya disampaikan sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan civic integrity—kesadaran untuk menjadi warga negara yang jujur, bertanggung jawab, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Bagi generasi muda, membangun masyarakat berintegritas dapat dimulai dari tindakan yang paling dekat dengan kehidupan mereka. Dari ruang kelas, lingkungan pesantren, dan kehidupan sehari-hari, nilai kejujuran serta tanggung jawab dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter warga negara.

× Hubungi Kami