FisipUPNVJ – Tepatnya pada pukul 09.00 WIB merupakan hari pelaksanaan IR Exhibition (IREX) 2026, yang di dalamnya terdapat kompetisi debat dan essay dengan tema “One Planet, One Future: The Intersections of Nature and Safety”. IREX merupakan ajang kompetisi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mendalam mengenai isu-isu global serta mendorong kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai tantangan yang dapat menyadarkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keselamatan masa depan bersama.

Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh 20 tim dengan masing-masing tim berisikan 3 anggota. Tim-tim tersebut terdiri dari Universitas yang berbeda-beda diantaranya, 1 tim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Syahid), 1 tim Institut Teknologi Bandung (Victorious), 1 tim Universitas Bakrie (KELUARGA BAKRIE), 1 tim Universitas Andalas (Debat Debut), 2 tim Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Golddigger dan FEB Supremacy), 1 tim Universitas Jember (WoWo), 1 tim Universitas Sriwijaya (Tresonols), 2 tim Universitas Brawijaya (Universitas (B)ackburner dan Cangcorang), 1 tim Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Macan Salemba), 2 tim Universitas Negeri Surabaya (Jayaswara dan Constella), 1 tim UIN Walisongo Semarang (DHARMA), 1 tim Universitas Udayana (Kedai Moka), 1 tim Universitas Syiah Kuala (Rendang Wak Yen), 1 tim yang terdiri dari beberapa Universitas (UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Lampung, dan Universitas Padjajaran dengan nama tim Last Chance), 1 tim Universitas Jenderal Soedirman (Board of Trump), 1 tim Universitas Negeri Manado (Kejora), 1 tim Universitas Negeri Semarang (Bismillah Bisa Menang).

Untuk pelaksanaan lomba, babak penyisihan 1 terdapat tiga ronde. Ronde 1 pada pukul 09.35 – 10.35 WIB dengan ruang zoom dibagi menjadi 4 breakout room. Breakout room 1 mempertemukan tim WoWo vs Jayaswara yang dijurikan oleh Early Nalvi Hoata Sahureka, M.Sos. Breakout room 2 mempertemukan tim Cangcorang vs Constella yang dijurikan oleh Dini Putri Saraswati, S.HI., MA. Breakout room 3 mempertemukan tim Tresonols vs Board of Trump yang dijurikan oleh M. Kamil Ghiffary A., M.Si. Dan yang terakhir, breakout room 4 mempertemukan tim Rendang Wak Yen vs Dharma yang dijurikan oleh Adi Rio Arianto, S.IP. MA.

Ronde 2 pada pukul 10.35 – 11.35 WIB dengan breakout room 1 mempertemukan tim KELUARGA BAKRIE vs Bismillah Bisa Menang yang dijurikan oleh Early Nalvi Hoata Sahureka, M.Sos. Breakout room 2 mempertemukan tim Macan Salemba vs Last Chance yang dijurikan oleh Dini Putri Saraswati, S.HI., MA. Breakout room 3 mempertemukan tim Kedai Moka vs Golddigger yang dijurikan oleh M. Kamil Ghiffary A., M.Si. Dan yang terakhir, breakout room 4 mempertemukan tim FEB Supremacy vs Victorious yang dijurikan oleh Adi Rio Arianto, S.IP. MA. Ronde 3 pada pukul 11.35 – 12.35 WIB dengan breakout room 1 mempertemukan tim Debat Debut vs Syahid yang dijurikan oleh Early Nalvi Hoata Sahureka, M.Sos. Breakout room 2 mempertemukan tim Kejora vs Universitas (B)ackburner yang dijurikan oleh Dini Putri Saraswati, S.HI., MA.

Babak penyisihan 1 dalam kegiatan ini terdiri dari tiga  ronde, di mana setiap ronde mengusung mosi perdebatan yang berbeda. Mosi pada ronde pertama berbunyi, “Dewan ini melarang adanya eksploitasi penggalian bahan bakar fosil baru”. Mosi pada ronde kedua adalah, “Dewan ini menyatakan bahwa aktivitas pembuangan sampah sembarangan dapat menyebabkan penyakit kepada makhluk hidup termasuk manusia”.

Sementara itu, mosi ronde ketiga, “Dewan ini melarang penggunaan bahan bakar fosil dalam skala besar”. Selanjutnya, pada pukul 13.05 – 14.05 WIB, kegiatan dilanjutkan ke babak penyisihan 2 yang terdiri dari 1 ronde ini diikuti oleh tim Victorious, Golddigger, Kedai Moka, DHARMA, KELUARGA BAKRIE, FEB Supremacy, Tresonols, dan Last Chance dengan mosi perdebatan, “Dewan ini percaya bahwa aktivitas yang berkaitan dengan ekstraksi, pemurnian, penyimpanan, dan transportasi minyak yang berlebihan dapat menyebabkan kontaminasi tanah.”

Dari hasil babak penyisihan 2, terpilih 4 tim untuk melaju ke babak semifinal, yaitu tim Kedai Moka, Tresonols, Golddigger, dan FEB Supremacy dengan mosi yang diangkat, “Dewan ini membatasi penggunaan alat berat tambang laut yang dapat merusak terumbu karang laut dan hutan bakau”. Pada pukul 15.05 – 16.05 WIB, terpilih dua tim yang akan melaju ke Perebutan Juara 3, yaitu tim Gold Digger dan tim Tresonols, sedangkan tim FEB Supremacy dan tim Kedai Moka melaju ke Perebutan Juara 1.

Perebutan juara 1 dan juara 3 dilaksanakan secara bersamaan melalui breakout room yang berbeda. Pada babak final, mosi yang diangkat adalah, “Dewan ini akan melarang penggunaan plastik sekali pakai”. Sedangkan pada babak perebutan juara 3, mosi yang diangkat adalah, “Dewan ini akan mengawasi sektor pertambangan di area/kawasan daratan demi mencegah adanya kegiatan pertambangan berlebihan ataupun tindakan pertambangan illegal”.

Selain kompetisi debat, IREX juga memiliki kompetisi essay dengan tema yang sama. Hasil karya essay ini dikumpulkan melalui google drive dengan batas waktu maksimal pengumpulan pada tanggal 9 April 2026. Penilaian hasil karya dilakukan oleh 2 orang juri, yaitu Yuni Hariyanti, M.App.Ling. dan Winda Eka Pahla Ayuningtias. S.Pd., M.A. Penilaian dilakukan hingga tanggal 17 April 2026 dan menghasilkan 3 juara terbaik.

Awarding IR Exhibition 2026 dilaksanakan pada tanggal 19 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Dalam acara awarding, diumumkan para pemenang mulai dari kompetisi essay lalu dilanjutkan dengan pemenang kompetisi debat. Juara 1 kompetisi essay dimenangkan oleh Aqyal Ghana Zein asal Universitas Diponegoro dengan judul “Inovasi Infrastruktur Ruang Publik Adaptif Iklim Berbasis Multi Filter Terintegrasi Artificial Intellegence dan Hybrid Renewable Energy untuk Mendukung Climate Action di Kawasan Perkotaan”.

Selanjutnya, juara 2 dimenangkan oleh Marsyah Amriani Putri asal Poltekkes Mataram dengan judul “Menjaga Ekosistem Perairan dengan ECO MEDIC: Inovasi Reaktor Hibrida Berbasis Nanocomposite Limbah Organik dan Ozonisasi IoT untuk Netralisasi Efluen Laboratorium”. Terakhir, juara 3 dimenangkan oleh Muhammad Syafiq Al Farisi asal UPN “Veteran” Jakarta dengan judul “Dunia di Tengah Ancaman Krisis Iklim: Gejolak Timur Tengah  dan Persoalan Transisi Energi di Indonesia”.

Selanjutnya, kompetisi debat juga terdapat 3 tim terbaik. Juara 1 dimenangkan oleh tim Kedai Moka asal Universitas Udayana. Juara 2 dimenangkan oleh tim FEB Supremacy asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Terakhir, juara 3 dimenangkan oleh tim Golddigger asal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Acara IREX ini diharapkan menjadi sarana yang mendorong peserta untuk memahami dan peduli terhadap isu-isu global. Melalui kompetisi debat ini, peserta tidak hanya dilatih untuk berpikir kritis dan menyampaikan argumen secara logis, tetapi juga untuk memperluas wawasan mengenai berbagai isu seperti dampak kerusakan lingkungan terhadap konflik global serta upaya mitigasi risiko demi menciptakan masa depan yang aman. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan public speaking dan kerja sama tim, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan keselamatan masa depan manusia.

Kerabat Kerja

———————————

Penulis: Nadhira Siti Maulida – HIMAHI

× Hubungi Kami