FisipUPNVJ — Prodi S1 Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pertukaran Dosen dalam Mata Kuliah Politik dan Pemerintahan dengan tema “Digitalisasi Electoral Governance: Inovasi Pemilu dan Pemungutan Suara di Era Modern”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (11/5) pukul 08.00 WIB. Jakarta, 11 Mei 2026
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Helen Dian Fridayani, S.IP., M.IP., Ph.D. sebagai dosen tamu dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, bersama Surfian Rahmat AP, S.IP., M.Si. dan Dr. Anang Setiawan, S.IP., M.I.P. sebagai dosen pengampu mata kuliah Politik dan Pemerintahan.
Dalam kuliah tamu tersebut, pembahasan difokuskan pada transformasi digital dalam tata kelola pemilu (electoral governance) di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pemateri menjelaskan bahwa digitalisasi demokrasi tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi dalam administrasi pemilu, tetapi juga mencakup perubahan pola partisipasi politik masyarakat, tata kelola pemerintahan, hingga transparansi penyelenggaraan pemilu.
Salah satu materi utama yang dibahas adalah konsep tiga pilar demokrasi digital, yakni e-government, e-governance, dan e-participation. Ketiga pilar tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun sistem demokrasi modern yang lebih efisien, transparan, dan partisipatif.
Selain itu, narasumber juga memaparkan perkembangan sistem informasi yang digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mendukung digitalisasi pemilu di Indonesia. Sistem seperti SILON (Sistem Informasi Pencalonan), SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik), SIDALIH (Sistem Informasi Data Pemilih), dan SIREKAP (Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik) dinilai menjadi bagian penting dalam modernisasi tata kelola pemilu nasional.
Diskusi juga menyoroti pergeseran proses pemilu dari sistem manual menuju sistem digital, mulai dari pemungutan suara elektronik (e-voting), verifikasi biometrik, hingga rekapitulasi suara berbasis digital. Menurut pemateri, penggunaan teknologi dalam pemilu memiliki potensi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi proses demokrasi. Namun demikian, transformasi digital juga menghadirkan tantangan baru, seperti keamanan data, kesenjangan akses teknologi, disinformasi politik, dan rendahnya literasi digital masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika hubungan antara teknologi dan demokrasi secara lebih kritis, khususnya dalam konteks perkembangan tata kelola pemilu di Indonesia. Kegiatan pertukaran dosen ini juga menjadi ruang kolaborasi akademik antarkampus dalam memperkuat diskursus politik dan pemerintahan di era digital.
Kerabat Kerja
———————————
Penulis: Dr. Anang Setiawan, S.IP., M.I.P
