FisipUPNVJ – Salah satu Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prodi Hubungan Internasional, Musa Maliki, PhD yang sekaligus saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta menjadi Dosen Tamu di Program Hubungan Internasional Universitas Singaperbangsa Kerawang (UNSIKA). Musa Maliki sebagai pembicara di mata kuliah Teori Hubungan Internasional dengan tema “Post-Colonialism” untuk kurang lebih 80an orang. Tema ini sesuai dengan kompetensi Musa yang kajian doktoralnya fokus di kajian post-colonialism (21/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Musa yang lulusan Charles Darwin University, Australia diperkenalkan di kelas oleh Kaprodi UNSIKA, Fadhlan Nur Hakiem, S.IP., M.Si. Apa yang penting dalam pertemuan kelas offline adalah interaksi yang intens antar pembicara dan mahasiswa, diskusi yang hangat, dan sharing pengalaman hidup Musa dengan para mahasiswa terkait riset-riset post-colonialism. Nuansanya berbeda dengan proses belajar mengajar secara online atau mahasiswa yang hanya bertanya ke AI.
Musa memberikan narasi terkait relasi antara penjajah dan yang terjajah melalui berbagai macam contoh baik di era kolonial maupun di era setelah kolonial. Reproduksi relasi penjajah dan terjajah berlanjut di era setelah penjajahan. “yang terjajah sulit direpresentasikan”, begitu ujar Musa Ketika memaparkan pemikirannya Gayatri Spivak dalam tulisan “Can the subaltern speak?”
Perkuliahan ditutup dengan memberikan refleksi akankah generasi sekarang akan terus terjajah atau melakukan perlawanan tiada akhir terhadap tanda-tanda penjajahan, termasuk kepada pemerintah yang hanya melanjutkan proyek kolonialisme? Mahasiswa sepertinya sangat antusias karena lebih dari tiga orang bertanya terkait pemerintahan di era Prabowo ini. Kelas diakhiri dengan foto Bersama dan ramah tamah Kerjasama kedua universitas yang berstatus BLU.

