Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

FisipUPNVJ – Sebanyak sembilan mahasiswa pertukaran asal Kazakhstan belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di UPN “Veteran” Jakarta. Mahasiswa ini berasal dari Kazakh Ablai Khan University of International Relations and World Languages yang berlokasi di Almaty, salah satu kota di negara bersimbolkan elang emas tersebut. Selama satu semester penuh, sembilan mahasiswa yang berasal dari tiga fakultas berbeda tersebut mempelajari Bahasa dan Budaya Indonesia secara intensif. Kelas Bahasa dan Budaya Indonesia ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang bahasa dan budaya Indonesia sebagai bekal mahasiswa pertukaran untuk beradaptasi dan berinteraksi selama berada di Indonesia. Jakarta, 27 November 2023

Program dimulai dengan pengayaan kosa kata bahasa Indonesia dalam berbagai konteks. Bagian ini merupakan tahap awal yang cukup vital karena kemampuan berbahasa seorang individu bertumpu salah satunya dari perbendaharaan kata. Selanjutnya, agar mahasiswa mampu merangkai kata menjadi kalimat utuh, baik kalimat positif, negatif, maupun interogatif, penjelasan tentang tata bahasa (grammar) diberikan. Tidak hanya itu, untuk membuat kelas lebih interaktif dan menyenangkan, permainan (games) juga disertakan. Terakhir, untuk memperdalam kemampuan menyimak, aktivitas mendengarkan lagu juga disisipkan. Lagu merupakan salah satu media belajar budaya yang efektif karena makna dari lagu merefleksikan kebudayaan sebuah negara di mana lagu tersebut berasal.

Kelas bahasa dan Budaya Indonesia ini diadakan seminggu sekali, yakni pada hari Jumat siang pukul 14.00 WIB di UPT Bahasa. Selain pengajaran teori di kelas, mahasiswa juga diajak untuk menyelami kebudayaan Indonesia secara langsung dengan aktivitas di luar kelas. Aktifitas luar kelas diterapkan dengan mengajak mahasiswa pertukaran bermain bulu tangkis. Bagi beberapa mahasiswa, hal tersebut merupakan kali pertama mereka bermain salah satu olahraga paling populer di Indonesia ini. Anastasya, salah satu mahasiswi pertukaran bahkan kagum dengan antusiasme masyarakat Indonesia dalam berolahraga.

“Saya tidak menyangka kalau orang Indonesia seantusias itu dalam berolahraga. Baru kali ini saya merasakan atmosfir semeriah ini”, ujar mahasiswi berusia 20 tahun tersebut. Bagi Anastasya yang tidak begitu suka berolahraga, pengalaman tersebut merupakan hal yang berkesan. Dibandingkan dengan negaranya, di Indonesia akses terhadap olahraga cukup mudah. “Di sana (Kazakhstan), untuk bisa menyewa gimnasium, seseorang harus merogoh kocek yang cukup dalam. Hal ini pada gilirannya membuat masyarakat Kazakhstan terbatas untuk berolahraga”. Tambahnya.  

Luqman Hakim, selaku pengajar program ini mengatakan bahwa pemahaman tentang bahasa dan budaya Indonesia lewat aktivitas di dalam dan luar kelas cukup penting mengingat selama di Indonesia aktivitas mereka selalu bersinggungan dengan masyarakat lokal. “Dengan bahasa Indonesia, mereka akan mampu bersosialisasi dengan masyarakat dan memahami budaya Indonesia dengan langsung dan lebih efektif.” Ujar lelaki yang merupakan dosen tetap di FISIP UPNVJ tersebut.

Ia mengaku bahwa mengajarkan bahasa Indonesia kepada mahasiswa Kazakhstan memiliki tantangan tersendiri. Selain sistem alfabet mereka berbeda, memberikan pemahaman tentang bahasa formal dan informal di saat bersamaan juga merupakan sebuah tantangan.

Terlepas dari tantangan tersebut, mahasiswa Kazakhstan terbilang cukup aktif dalam belajar. Mereka juga mulai menujukkan ketertarikan mereka terhadap budaya Indonesia. Di beberapa kesempatan mereka mulai mengenakan batik di kelas. Di sela-sela pelajaran mereka mengaku ingin pergi ke beberapa kota di Indonesia. Bahkan, salah satu dari mereka ingin tinggal di Indonesia karena jatuh cinta pada makanan dan keramahan orang Indonesia.

Hal tersebut diungkap Temirlan, ketua kelompok mahasiswa pertukaran yang mengatakan “Living in Indonesia has allowed me to explore an absolutely new language and sparked my curiosity about local cultures. I was fortunate to travel around Indonesia while I was here, and got to visit Bandung, Bali, and Yogyakarta. During that time, I used my Bahasa Indonesia knowledge, provided my Mr. Hakim, to the fullest and have improved a lot by traveling and speaking to locals. Indonesia is a beautiful country with wonderful people, interesting cultures, and a bright future, and I will definitely come here again in the future!”

Hal ini sejalan dengan visi Dekan FISIP UPN “Veteran” Jakarta, Dr. S. Bekti Istiyanto, S. Sos., M. Si., yang mengatakan bahwa tujuan dari kelas Bahasa dan Budaya Indonesia ini adalah menanamkan kesan mendalam kepada mahasiswa Asing terhadap budaya Indonesia. “Dengan begitu, ketika kembali ke negaranya kelak, mereka bisa menjadi jembatan diplomasi untuk memperkenalkan Indonesia kepada lingkaran sosial mereka”.

× Hubungi Kami