FisipUPNVJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pertukaran Dosen dengan tema “Identitas Nasional sebagai Instrumen Diplomasi Indonesia di Tengah Kontestasi Identitas Global” pada Rabu, 29 April 2026 pukul 07.30 WIB secara Daring melalui Zoom Meeting. Jakarta, 29 April 2026

Kegiatan ini menghadirkan Astiwi Inayah, S.IP., M.A., Dosen Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, sebagai narasumber utama.
Program pertukaran dosen ini merupakan bagian dari kolaborasi akademik antar perguruan tinggi dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu strategis dalam hubungan internasional, khususnya terkait dinamika identitas nasional dalam konteks global.

Dalam pemaparannya, Astiwi Inayah menekankan bahwa identitas nasional Indonesia tidak bersifat statis, melainkan menjadi instrumen strategis dalam diplomasi yang dapat dimobilisasi untuk memperjuangkan kepentingan nasional di tengah persaingan narasi global.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa diplomasi Indonesia saat ini memanfaatkan berbagai pendekatan seperti soft power, diplomasi publik, nation branding, serta diplomasi budaya dan digital untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

Kegiatan ini juga mengkaji bagaimana Indonesia memproyeksikan identitasnya sebagai negara demokratis, multikultural, dan berpenduduk mayoritas Muslim yang moderat, sekaligus menghadapi tantangan berupa kontestasi identitas global serta dinamika politik domestik.

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama FISIP UPN “Veteran” Jakarta, Musa Maliki, Ph.D., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pertukaran dosen memiliki peran strategis dalam kerja sama pengembangan akademik lebih jauh lagi.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai reflektif bagi para pengajar di seluruh Indonesia.
“Pertukaran dosen menumbuhkan sense of humility bagi dosen agar tidak merasa paling tahu, arogan, dan memiliki klaim kebenaran (truth claim),” tambahnya.

Secara substansi, kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep identitas nasional dan global secara kritis, menganalisis hubungan antara identitas, kepentingan nasional, dan kebijakan luar negeri serta mengkaji praktik diplomasi Indonesia berbasis identitas dalam berbagai studi kasus

× Hubungi Kami