FisipUPNVJ – Program Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Jakarta melaksanakan kunjungan akademik ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada tanggal 11–13 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Magister Hubungan Internasional sebagai bagian dari upaya penguatan kerja sama akademik internasional, peningkatan wawasan global, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dalam memahami isu-isu kontemporer di tingkat regional dan global. Kuala Lumpur, 11 Juni 2026
Kunjungan akademik tersebut dipimpin oleh Dr. Hartanto, selaku Koordinator Program Studi Magister Hubungan Internasional FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para akademisi dan pakar dari berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan hubungan internasional, teknologi, hukum, dan ekonomi digital.
Pada hari pertama, peserta mengikuti kuliah tamu bertajuk “Lecture on AI in Workplace: Moral and Legal Issues” yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai tantangan etika, hukum, dan tata kelola yang muncul akibat adopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan kerja modern. Diskusi difokuskan pada isu hubungan ketenagakerjaan, perlindungan privasi, akuntabilitas penggunaan AI, serta perkembangan kerangka regulasi yang mengatur pemanfaatan teknologi tersebut.
Kuliah ini disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Saru Arifin, Visiting Fellow pada Indonesia-Malaysia Research Centre (iKMI). Dr. Saru Arifin merupakan dosen pada Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang meraih gelar doktor di bidang Hukum Hak Asasi Manusia Internasional dari University of Pécs. Beliau dikenal memiliki berbagai publikasi ilmiah yang berfokus pada hak asasi manusia, tata kelola legislasi, kecerdasan buatan dan hukum, serta kebijakan publik.
Dalam pemaparannya, Dr. Saru Arifin menekankan bahwa perkembangan AI telah membawa transformasi signifikan dalam dunia kerja, namun juga menimbulkan berbagai persoalan normatif dan regulatif yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan tata kelola yang mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan hak-hak individu dan kepentingan publik.
Selanjutnya, peserta mengikuti kuliah kedua bertajuk “Lecture on Malaysia Digital Economy” yang membahas perkembangan ekonomi digital Malaysia, kebijakan transformasi digital nasional, inovasi teknologi, serta implikasinya terhadap integrasi ekonomi regional dan daya saing negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Kuliah tersebut disampaikan oleh Dr. Masrina Nadia binti Mohd. Salleh, Pensyarah Universiti pada Pusat Pengajian Pengurusan Perniagaan dan Keusahawanan, Universiti Kebangsaan Malaysia. Dalam paparannya, Dr. Masrina Nadia menjelaskan berbagai strategi yang telah diterapkan Malaysia dalam mempercepat transformasi digital, termasuk pengembangan ekosistem inovasi, digitalisasi sektor ekonomi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi era ekonomi berbasis teknologi.
Diskusi yang berlangsung interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana ekonomi digital menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional sekaligus instrumen untuk meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun global. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang kerja sama ekonomi digital di kawasan ASEAN yang semakin berkembang.
Dr. Hartanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Magister Hubungan Internasional FISIP UPN “Veteran” Jakarta dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional yang relevan dengan dinamika global saat ini.
“Perkembangan kecerdasan buatan dan ekonomi digital telah menjadi isu strategis yang memengaruhi hubungan antarnegara, tata kelola global, serta transformasi sosial-ekonomi. Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas dan komprehensif mengenai berbagai tantangan dan peluang yang muncul di era digital,” ujarnya.
Kunjungan akademik ke UKM Malaysia diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik antara FISIP UPN “Veteran” Jakarta dan Universiti Kebangsaan Malaysia, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman internasional yang mendukung pengembangan kompetensi akademik dan profesional sebagai calon analis, peneliti, maupun praktisi hubungan internasional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global yang semakin kompleks.

