FisipUPNVJ — Bertempat di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), pada Selasa, (07/7)—salah satu Dosen Ilmu Politik UPNVJ, Abdul Ghofur berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Politik usai pelaksanaan Sidang Terbuka Senat Akademik UI.
Melalui disertasinya yang berjudul “Institutional Capture Lembaga Penyelenggara Pemilu di Indonesia: Studi Badan Pengawas Pemilu Pada Pemerintahan Joko Widodo Periode 2019-2024”, Ghofur menyoroti timpangnya bentuk regulasi kepemiluan dengan penerapannya.
“Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah timpangnya upaya penguatan undang-undang formal Bawaslu, yakni UU No. 7 Tahun 2017 dengan penerapannya,” jelas Ghofur dalam Sidang Promosi Doktornya.
Dalam kesempatan yang sama, Ghofur menyebut bahwa Bawaslu tidak mengalami strong capture secara menyeluruh. Justru pola yang lebih tepat adalah partial capture yang sifatnya selektif dan kontekstual, terutama pada perkara dengan nilai kekuasaan yang tinggi.
“Capture bekerja secara legalistik dan terlembagakan setidaknya melalui tiga arena, yakni: rekrutmen anggota sebagai input capture, regulasi internal sebagai process capture, dan penanganan pelanggaran sebagai output capture,” ungkap Ghofur.
Sebelum berakhirnya sesi pemaparan ringkasan disertasi, dirinya juga menegaskan bahwa kebaruan penelitiannya terletak pada perluasan teori regulatory capture yang ke depannya dapat digunakan pada kajian lembaga penyelenggara pemilu hingga pemetaan bentuk dan potensi capture.
FISIP UPNVJ memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada dosen yang selalu memiliki semangat untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan FISIP UPNVJ.
