FisipUPNVJ — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menerima kunjungan dari Indonesia for Global Justice (IGJ) pada Senin, (27/07) bertempat di Ruang Dekan FISIP, UPN “Veteran” Jakarta, Gedung Muhammad Yamin, Lt.1.
Kunjungan tersebut membahas penguatan kerja sama akademik dan advokasi kebijakan publik. Di samping itu, pertemuan ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan organisasi masyarakat sipil dalam merespons perkembangan ekonomi politik global, khususnya isu perdagangan internasional dan dampaknya terhadap kepentingan nasional.
Selama ini, IGJ telah menjadi salah satu mitra FISIP UPNVJ melalui program magang mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan riset, analisis kebijakan, serta pendampingan terhadap berbagai isu perdagangan internasional dan globalisasi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Musa Maliki, Ph.D., menyampaikan bahwa FISIP UPNVJ terus mendorong perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra strategis agar mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh ruang belajar yang lebih luas serta dapat berkontribusi dalam menghasilkan kajian yang relevan terhadap persoalan kebijakan publik.
“Kerja sama dengan IGJ merupakan langkah yang sangat baik untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan organisasi masyarakat sipil. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan riset dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Musa Maliki.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Beberapa agenda yang dibahas meliputi penyelenggaraan kuliah tamu, seminar dan diskusi publik, penelitian bersama mengenai isu perdagangan internasional, pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk kolaborasi akademik lainnya yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam waktu dekat, kedua institusi tengah mempersiapkan penyelenggaraan seminar internasional yang akan membahas Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Seminar tersebut diharapkan menjadi ruang dialog akademik untuk mengkaji implikasi ekonomi, politik, dan hukum dari perjanjian tersebut, sekaligus menghadirkan perspektif dari akademisi, peneliti, dan praktisi baik dari dalam maupun luar negeri.
Melalui penguatan kemitraan ini, kedua pihak berharap sinergi antara perguruan tinggi dengan organisasi masyarakat sipil dapat semakin memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas kontribusi bersama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan advokasi kebijakan publik.
