FisipUPNVJ – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sekaligus Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H., mengatakan bahwa  demokrasi tidak hanya dipahami sebagai kebebasan berpendapat, tetapi juga bentuk kedaulatan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Bob saat memberikan sambutan kepada para mahasiswa baru di acara Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Fakultas (PKKMBF) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Balai Prajurit Ragunan, Jakarta, Rabu (12/8).

Bob mengatakan generasi yang saat ini memasuki bangku perguruan tinggi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju Indoesia Emas 2045.

Menurutnya, 19 tahun ke depan merupakan periode ketika mahasiswa saat ini akan memasuki usia produktif dan berpotensi mengambil peran penting dalam berbagai bidang kehidupan bangsa.

Karena itu, Bob mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun pengalaman, kemampuan intelektual, dan kualitas emosional melalui berbagai aktivitas di lingkungan kampus.

“Belajar itu tetap menjadi yang utama, prioritas. Tetapi kita juga perlu bergabung di berbagai kegiatan yang ada di kampus,” ujar Bob.

Ia mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi, kegiatan seni, budaya, politik, maupun berbagai komunitas kampus. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal ketika mahasiswa nantinya terjun dan berinteraksi dengan masyarakat.

Demokrasi Bukan Sekadar Kebebasan Berbicara

Bob kemudian mengajak mahasiswa melihat demokrasi secara lebih luas. Demokrasi tidak semata-mata berarti kebebasan berbicara, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana kedaulatan rakyat diwujudkan dalam kehidupan politik dan ekonomi.

“Demokrasi adalah kedaulatan di tangan rakyat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam konteks demokrasi politik, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Namun, kebebasan tersebut tetap harus diarahkan untuk kepentingan rakyat dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat secara luas.

Selain itu, Bob juga menekankan pentingnya demokrasi ekonomi yang menurutnya berkaitan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia mengaitkan konsep tersebut dengan gagasan pemerataan kesejahteraan dan pengelolaan sumber daya negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Bob, pembangunan ekonomi harus dapat dirasakan masyarakat secara luas, termasuk mereka yang berada di daerah.

Ia mencontohkan berbagai program pemerintah yang berupaya mengalirkan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat dan pelaku ekonomi di tingkat bawah. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut pada akhirnya bergantung pada kualitas pelaksanaan dan pengawasan.

Bob turut mengingatkan mahasiswa agar tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun tetap dibarengi dengan memahami persoalan dari berbagai perspektif.

“Sepanjang keselamatan rakyat, sepanjang kemakmuran rakyat, silakan Anda berbicara. Jangan takut, jangan khawatir,” katanya.

Keberanian dan Berpikir Kritis

Sebagai Ketua Baleg DPR RI, Bob juga memperkenalkan perannya dalam proses pembentukan undang-undang. Ia mengatakan mahasiswa dapat melihat parlemen dan proses legislasi sebagai salah satu ruang untuk memahami bagaimana demokrasi bekerja dalam praktik.

Ia bahkan membuka peluang bagi mahasiswa FISIP UPNVJ untuk mengenal lebih dekat proses kerja parlemen.

Bob mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa di masa depan.

“Pada 19 tahun ke depan Anda adalah yang akan memimpin negeri ini,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat untuk memperoleh ijazah dan pekerjaan. Kehidupan kampus juga merupakan ruang untuk membangun karakter, memperluas jaringan, belajar bekerja bersama orang lain, serta memahami persoalan masyarakat.

“Kuliah tujuannya adalah untuk bekerja. Apakah betul? Memang ada betulnya. Tetapi dalam hal berdemokrasi, boleh menyatakan tidak betul,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bob juga menekankan pentingnya nasionalisme di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global. Ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki wawasan luas tanpa kehilangan identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Mahasiswa, lanjut Bob, perlu memiliki keberanian untuk berpikir kritis dan melihat berbagai perubahan yang terjadi, tetapi tetap menjadikan kepentingan bangsa sebagai salah satu pijakan utama.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan mengambil bagian dalam perjalanan Indonesia menuju 2045,” tutup Bob.

Tags:
× Hubungi Kami