FisipUPNVJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (FISIP UPNVJ) menyelenggarakan kuliah tamu internasional dengan menghadirkan dua akademisi dari Faculty of Law and International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Jakarta, 13 Agustus 2026
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Auditorium FISIP A Lantai 1 tersebut menghadirkan Dr. Wan Rohila Ganti Wan Abdul Ghapar, Deputy Dean of Student Affairs and Alumni, Faculty of Law and International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin, serta Dr. Norhana Khaled, Head of Department of International Relations, Faculty of Law and International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin.
Dari FISIP UPNVJ, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama atau Wakil Dekan III, para Koordinator Program Studi di lingkungan Jurusan Hubungan Internasional, serta mahasiswa FISIP UPNVJ. Kehadiran unsur pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan mahasiswa menunjukkan dukungan terhadap penguatan kegiatan akademik serta kerja sama internasional di lingkungan FISIP UPNVJ.
Dalam sesi pertama, Dr. Wan Rohila Ganti Wan Abdul Ghapar menyampaikan materi bertema “Malaysian Foreign Policy under Anwar Ibrahim.” Pembahasan berfokus pada arah dan dinamika kebijakan luar negeri Malaysia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, termasuk upaya Malaysia mempertahankan kepentingan nasional di tengah perubahan tatanan politik dan ekonomi global.
Kebijakan luar negeri Malaysia tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan politik dalam negeri, tetapi juga oleh posisi strategis negara tersebut di kawasan Asia Tenggara. Malaysia perlu menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar tanpa kehilangan independensi dalam menentukan sikap politiknya.
Melalui pendekatan tersebut, Malaysia berupaya menjalankan kebijakan luar negeri yang pragmatis dan seimbang. Diplomasi ekonomi, kerja sama regional, multilateralisme, serta penguatan peran ASEAN menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan geopolitik yang semakin kompleks.
Pembahasan ini memberikan pemahaman kepada peserta bahwa kebijakan luar negeri sebuah negara bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Kebijakan tersebut berkaitan erat dengan kepentingan ekonomi, keamanan nasional, kondisi domestik, identitas negara, serta perubahan hubungan kekuatan di tingkat internasional.
Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Norhana Khaled menyampaikan materi bertema “Perang Iran-Israel: Konflik Serantau dan Kesan Global.” Materi tersebut mengulas konflik Iran dan Israel sebagai persoalan yang tidak hanya berdampak terhadap kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas politik, keamanan, dan perekonomian global.
Konflik kedua negara memiliki dimensi yang kompleks karena melibatkan kepentingan geopolitik, persaingan kekuatan regional, hubungan dengan negara-negara besar, serta keberadaan sejumlah aktor negara dan nonnegara di Timur Tengah. Eskalasi konflik juga dapat memperluas ketegangan di kawasan dan meningkatkan risiko munculnya konflik yang melibatkan lebih banyak pihak.
Dari sisi global, ketegangan Iran dan Israel dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan internasional, pasokan dan harga energi, stabilitas pasar, serta kondisi kemanusiaan masyarakat sipil di wilayah terdampak. Situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik regional dapat menghasilkan konsekuensi yang jauh melampaui batas geografis negara-negara yang terlibat.
Kuliah tamu ini juga mendorong peserta untuk melihat konflik internasional secara kritis dan tidak menyederhanakan persoalan hanya berdasarkan perbedaan agama, identitas, ataupun persaingan dua negara. Analisis hubungan internasional perlu mempertimbangkan faktor sejarah, kepentingan nasional, distribusi kekuatan, aliansi politik, ekonomi, keamanan, dan peran organisasi internasional.
Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini menjadi bagian dari upaya FISIP UPNVJ dalam memperkuat wawasan global dan kemampuan analitis mahasiswa terhadap berbagai perkembangan hubungan internasional. Kehadiran akademisi dari Malaysia memberikan perspektif regional yang relevan, terutama dalam memahami posisi Asia Tenggara di tengah perubahan geopolitik dunia.
Selain menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, kegiatan ini turut memperkuat hubungan akademik antara FISIP UPNVJ dan Universiti Sultan Zainal Abidin melalui penandatanganan implementasi agreemen (IA). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang melalui kegiatan akademik lainnya, seperti penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, seminar internasional, serta publikasi ilmiah.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diikuti secara antusias oleh para peserta. Diskusi yang berlangsung menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan mengenai kebijakan luar negeri Malaysia, dinamika politik Timur Tengah, serta dampak konflik regional terhadap masyarakat internasional.

