FisipUPNVJ – Kelulusan mahasiswa bukanlah akhir dari perjalanan karir pelajar. Kehidupan setelah lulus kuliah dengan bekerja di industri atau pun berwirausaha, adalah bentuk awal hidup baru bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan karirnya. Jakarta (21/08)

Oleh karena itu penting bagi Program Studi Sains Informasi berperan dalam memberikan pembekalan bagi para lulusan sebelum terjun ke dunia industri dan dunia usaha. Upaya yang dilakukan ini adalah dengan menghadirkan para praktisi industri untuk sharing pengalaman pada acara Pembekalan Mahasiswa Sains Informasi dengan tema “Ready, Set, Go, Perspektif Industri dalam Akselerasi karir: Membentuk Mentalitas dan Kompetensi Calon Lulusan yang Siap kerja” yang diselenggarakan pada Jum’at (21/08), Lantai 4, Auditorium Ruang Lecture A Gedung Dr. Cipto Mangunkusumo, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).

Acara dipandu oleh Lusi Puspasari, Dosen Program Studi Sains Informasi, dengan dihadiri oleh seluruh Dosen Program Studi Sains Informasi dan juga dihadiri oleh 37 mahasiswa/i Sains Informasi dari semester akhir, angkatan 2022 bai0k yang telah lulus ataupun dalam proses menuju kelulusan.

Pada pembekalan ini, Program Studi Sains Informasi menghadirkan dua narasumber dari industri seperti Samsul Arif, Direktur PT. Puspa Arta Karya Bersama, kemudian Rudhito Priyambodo, S.Sos, Coordinator Social Media Specialist TVRI dan Social Media Specialist PT. Llanos Mahardika Entertainment. Kedua narasumber ini melengkapi untuk mendapatkan pandangan dunia kerja dan kebutuhan industri dari perspektif pimpinan tertinggi hingga di level staf. Dikatakan oleh Koordinator Program Studi Sains Informasi, Radita Gora, mengatakan bahwa pembekalan lulusan ini memberikan gambaran utama terkait dengan kebutuhan industri, keahlian apa yang diperlukan, serta bagaimana menghadapi problematika persaingan tenaga kerja.

“Kehidupan dunia kerja saat ini tentu berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya. Sekarang di era digital, persaingan kerja justru makin kompetitif, namun di satu sisi juga makin kompleks, karena pekerja bukan hanya dituntut soal kemampuan dan keahlian kerja sama, namun juga di uji dari sisi attitude, kemudian ketepatan dalam menempatkan diri, serta mencari peluang,” ujar Gora dalam sambutannya.

Gambaran kebutuhan tenaga kerja disampaikan oleh Samsul Arif, Direktur PT. Puspa Arta Karyabersama yang mengatakan bahwa pada level pimpinan dalam memilih tenaga kerja, diutamakan yang memiliki kemampuan untuk mampu beradaptasi dengan sistem kerja di perusahaan itu sendiri, selain itu juga para staf tenaga kerja juga perlu untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan dari klien, pelanggan, ataupun vendor yang bekerja sama dengan perusahaan ini.

“Para staf yang bekerja tentunya bukan hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan perusahaan itu sendiri, namun juga harus bisa memahami kebutuhan konsumen atau klien. Disetiap perusahaan dan karyawan semuanya harus bisa memenuhi target kerja yang sudah ditentukan,” ujar Samsul Arif.

Ditambahkan juga oleh Rudhito Priyambodo, praktisi media dari TVRI dan juga Media Llanos mengatakan bahwa untuk bisa diterima kerja, tentunya harus berbekal keahlian. Bukan hanya keahlian teknis, namun juga keahlian dalam membangun relasi dengan orang-orang sekitar, kemudian juga mencari peluang – peluang baru bila dimungkinkan. Selain itu juga yang terpenting adalah membangun sikap yang sesuai dengan dunia kerja.

“Saya memiliki pengalaman kerja dari beberapa jenis industri. Hal terpenting disini adalah kita bisa menyesuaikan dengan lingkungan kerja, menunjukkan kinerja terbaik dari kita ketika kita baru masuk, selain itu juga membangun relasi dengan orang-orang sekitar dan yang terpenting bisa mencari peluang kerja atau karirnya,” ujar Rudhito.

× Hubungi Kami