FisipUPNVJ — Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan seminar yang mengusung tema “Mempersiapkan Rekrutmen Penyelenggara Pemilu yang Transparan dan Akuntabel” pada Senin (12/10) bertempat di Auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta.

Diikuti oleh 100 mahasiswa, seminar ini menghadirkan Prayogo Bekti Utomo, Anggota Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Timur dan Dr. Abdul Ghofur, M.IP, Dosen Prodi Ilmu Politik UPNVJ.

Seminar yang dipandu oleh Hendika Dwinanda Wicaksana, S.IP., M.Sos., Dosen Prodi Ilmu Politik, mempertemukan perspektif praktisi pengawas pemilu dan akademisi. Proses rekrutmen penyelenggara pemilu menjadi salah satu topik penting yang diangkat dalam seminar ini, khususnya dalam upaya membentuk lembaga penyelenggara pemilu yang professional, berintegritas, dan independent.

Menurut Abdul Ghofur, pemahaman relasi antar-lembaga dan aktor menjadi landasan bagi semua pihak, khususnya mahasiswa dalam menganalisis proses rekrutmen penyelenggara pemilu secara kritis.

“Memiliki pemahaman mengenai aktor-aktor dalam dunia kepemiluan, serta peran dan kedudukan lembaga penyelenggara pemilu dalam sistem demokrasi menjadi penting dalam mewujudkan demokrasi partisipatif yang bermakna,” jelas Ghofur.

Menguatkan pandangan Abdul Ghofur, Prayogo Bekti Utomo menyoroti soal pentingnya penilaian kompetensi, integritas, independensi, dan rekam jejak calon penyelenggara pemilu.

“Tantangan rekrutmen penyelenggara pemilu hari ini ada beberapa hal, seperti konflik kepentingan, pengaruh jejaring, dan patronase dalam proses seleksi,” ungkap Prayogo.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dari kerja tim seleksi, uji kompetensi berbasis kasus, hingga verifikasi rekam jejak kandidat. Hal ini menurutnya menjadi aspek yang harus diperhatikan dalam rangka memperkuat kualitas rekrutmen.

“Di samping itu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam proses ini. Masyarakat harus turut aktif dalam memberikan masukkan dan mengawasi setiap tahap proses seleksi,” jelas Prayogo.

Penyelenggaraan seminar menjadi bagian dari upaya dalam memperkaya pembelajaran dan memperkuat suasana akademik di luar kelas. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan pemikiran kritis serta kesadaran mengenai pentingnya integritas kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.

× Hubungi Kami