FisipUPNVJ – Program Studi Hubungan Internasional FISIP UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan Public Lecture bertajuk “Board of Peace: The Malaysian Perspective” pada Senin, (02/03) bertempat di Auditorium FISIP UPNVJ yang menghadirkan Prof. Dr. Mohd Kamarulnizam Bin Abdullah dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Agenda ini bertujuan untuk membedah dinamika Global Disorder serta posisi strategis Malaysia terhadap isu perdamaian internasional melalui program Adjunct Professor. Fokus utama diskusi ini adalah memberikan perspektif kritis bagi sivitas akademika mengenai inisiatif global yang berjalan di luar kerangka kerja resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Prof. Dr. Mohd Kamarulnizam menegaskan bahwa Board of Peace (BoP) merupakan ancaman jangka panjang bagi arsitektur keamanan dunia karena mengadopsi pendekatan bisnis dalam solusi internasional. Dalam pandangan Malaysia, ketiadaan perwakilan Palestina dalam pembentukan dewan tersebut menjadi pertanyaan krusial terkait legitimasi dan inklusivitas lembaga tersebut. Beliau secara spesifik menyatakan bahwa BoP tidak memiliki kedudukan hukum internasional yang sah di tengah dominasi politik Amerika Serikat.
Sebagai langkah strategis, Malaysia mendorong negara-negara untuk tetap patuh pada arsitektur global di bawah naungan PBB dan mempertahankan pendekatan multilateral tradisional. Prof. Dr. Mohd. Kamarulnizam menyatakan, “Di tengah situasi global yang memanas, negara-negara mesti mematuhi arsitektur global yang saat ini berada dibawah PBB dan harus digarisbawahi bahwa Board of Peace tidak memiliki kedudukan hukum internasional yang sah”.
Penguatan solusi dua negara (Two State Solutions) berdasarkan resolusi tahun 1947 dan 1974 menjadi poin utama yang harus dipertahankan guna meredam eskalasi geopolitik. Penekanan ini diambil sebagai upaya nyata untuk melawan ekspansi regional dan memastikan setiap entitas internasional di wilayah konflik berada di bawah wewenang hukum yang legal.
Sesi ini diakhiri dengan tawaran langkah taktis berupa penggalangan dukungan internasional untuk menjadikan Palestina sebagai anggota penuh PBB dan mematahkan poros Amerika Serikat-Israel.
Malaysia juga mengusulkan kepemimpinan Arab dalam rekonstruksi Gaza serta penerapan tindakan hukuman diplomatik di Dewan Keamanan untuk menghentikan operasi militer. Melalui kegiatan ini, FISIP UPNVJ mempertegas komitmen internasionalisasi pendidikan sekaligus kontribusi akademis terhadap dinamika keamanan di kawasan Asia Tenggara.

