FisipUPNVJ – Dosen Program Studi D4-Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama Bandung, Dr Atalia Praratya, S.I.P., M.I.Kom membeberkan tip agar tidak grogi saat mahasiswa public speaking. Hal itu dia sampaikan dalam kesempatan dosen tamu di Prodi S1-Kajian Film, Televisi, dan Media, FISIP UPN Veteran Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Tip mencegah grogi saat public speaking antara lain 3P, 3L, visualisasikan, pemanasan, dan sapa audiens. Tiga poin yang lain, mungkin sudah cukup jelas, lalu apa itu 3P dan 3L? Ya! 3P yaitu praktik, praktik, praktik, dan 3L adalah latihan, latihan, dan latihan. “Praktik dan latihan adalah sarana yang sangat bagus untuk meningkatkan keterampilan public speaking,” terang Atalia.
Selain 3P dan 3L, memvisualisasikan kegiatan public speking juga akan membantu pembicara saat di depan publik. Aktivitas pemanasan juga dapat menyiapkan diri lebih siap untuk berkomunikasi, dan menyapa audiens menjadi menu yang tidak boleh terlewatkan dalam berkomunikasi di depan publik.
Selain itu, perasaan gugup juga kerap masih hadir ketika seseorang ingin berbicara di depan publik. Oleh karena itu, teknik lain yang dapat digunakan untuk menangani gugup, yakni berhenti sejenak, menarik nafas dalam, senyum tulus, menatap mata audiens, mulai berbicara dan konsentrasi. Dengan terus berlatih, menurutnya kemampuan public speaking seseorang akan terus meningkat.
Selain mengandalkan kemampuan verbal, public speaking yang baik, juga ditunjang oleh pengelolaan komunikasi non-verbal yang tepat. Pertama, penampilan memegang peranan penting dalam membentuk citra pembicara. Kedua, postur tubuh yang menunjukkan keyakinan, atau keraguan juga akan nampak pada diri seorang pembicara. Tidak kalah penting juga adalah, soal sikap tubuh. Keempat, ekspresi dan kelima adalah ekspresi. “Ekspresi sedih, senang, bahagia, ingin tahu dan lainnya akan menentukan emosi serta pesan yang ingin kita sampaikan,” terangnya.
Dalam kuliahnya, Atalia berpesan agar mahasiswa tidak segan untuk terus berlatih menata public speaking yang baik. Keterampilan ini, menurutnya, akan terus relevan dan dibutuhkan pada banyak bidang. Sehingga memiliki komunikasi publik yang baik, adalah suatu keharusan bagi mahasiswa komunikasi. (DS)

