FisipUPNVJ — Dosen sekaligus Koordinator Program Studi S2 Ilmu Politik, FISIP, UPN “Veteran” Jakarta, Dr. Ana Sabhana Azmy hadir sebagai narasumber Seminar Spesial Hari Kartini yang mengusung tema “Terwujudnya Pendidikan Sebagai Sarana Pemberdayaan Perempuan Dalam Pengembangan Keterampilan dan Partisipasi di Ruang Publik”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KOHATI Komisariat di lingkup HMI Cabang Ciputat pada Selasa, (21/04) bertempat di Gerak Gerik Cafe & Bookstore, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ana menyoroti urgensi untuk memahami Kekerasana Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai bagian dari kekerasan seksual yang sedang marak dibicarakan. Menurutnya, kasus KBGO sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang civitas akademik. Oleh karena itu, perlu adanya kesepahaman terkait perspektif keadilan gender di seluruh kampus.
“Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang difasilitasi oleh kemajuan teknologi seperti sekarang ini, sama saja dengan kekerasan berbasis gender di dunia nyata. Tidak kekerasan tersebut memiliki niatan atau maksud untuk melecehkan korban berdasarkan gender atau seksual,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa solusi dari KBGO tidak boleh berhenti pada penegakkan hukum semata. Menurutnya, sangat diperlukan intervensi yang bisa mengubah cara pandang pelaku atas relasi gender dan seksual dengan korban.
“Tanpa intervensi terhadap KBGO, maka setelah pelaku menjalani hukuman, pelaku tidak akan memiliki perubahan pandangan yang signifikan terhadap gender dan seksual. Artinya para pelaku akan tetap memiliki cara pandang yang bias terhadap gender dan seksual,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ana menegaskan bahwa mengintegrasikan perspektif gender dalam kegiatan akademik adalah hal yang penting untuk mencegah terjadinya KBGO di lingkungan institusi pendidikan seperti kampus.
“Setiap kegiatan belajar mengajar, tidak hanya membahas tentang gender dan politik saja, tetapi juga menyisipkan pemahaman adil gender. Di samping itu juga memberi porsi lebih pada kesetaraan kesempatan dalam kehidupan kampus dan agenda akademik adalah langkah nyata untuk menekan angka KBGO di lingkungan akademik,” tutup Ana.
Kerabat kerja:
—————————
Penulis : Teddy Chrisprimanata Putra, S.T., M.Sos.
