FisipUPNVJ – Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Komunikasi bertajuk “Sinergi AI dan Public Relations: Menuju Komunikasi yang Adaptif dan Terukur” pada Kamis (11/6).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FISIP UPN “Veteran” Jakarta ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk mendiskusikan transformasi komunikasi di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Harry Setiawan dari Universitas Islam Riau dan Dr. Iin Mutmainah sebagai Walikota Jakarta Barat. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Azwar, M.Si. selaku Plh. Dekan FISIP UPN Veteran Jakarta.

“Selain menambah wawasan akademik mahasiswa, acara ini merupakan langkah strategis FISIP UPN Veteran Jakarta dalam menyatukan pemikiran akademisi dengan praktik empirik dari pengelola pemerintahan, untuk menghadirkan komunikasi yang lebih baik,” jelas Dr. Azwar, M.Si.

Lebih jauh Dr. Azwar, M.Si., menyampaikan bahwa saat ini dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Kolaborasi itu baik dari kalangan akademisi dari perguruan tinggi, pemerintah, media, pihak perusahaan, maupun tokoh masyarakat.

Sementara itu dalam pemaparannya yang berjudul “PR with Eyes: Evaluasi Komunikasi dan Transformasi Public Relations”, Dr. Harry Setiawan menjelaskan bahwa praktik Public Relations saat ini telah mengalami perubahan signifikan.

Dr. Harry Setiawan

“Keberhasilan komunikasi tidak lagi hanya diukur melalui jumlah publikasi, tayangan, maupun pengikut media sosial, tetapi juga berdasarkan dampak yang dihasilkan terhadap persepsi publik, tingkat kepercayaan, dan reputasi institusi,” ucap Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau (UIR) itu.

Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI memungkinkan praktisi Public Relations melakukan analisis sentimen secara real-time, memantau percakapan publik, mendeteksi potensi krisis lebih cepat, serta menyusun strategi komunikasi yang berbasis data. Menurutnya, transformasi tersebut mendorong pergeseran peran PR dari sekadar reaktif menjadi lebih adaptif dan prediktif dalam menghadapi dinamika lingkungan digital.

“Teknologi dan AI bukan pengganti praktisi PR, melainkan alat yang membantu organisasi memahami dinamika publik secara lebih akurat. Empati, etika, dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan manusia,” jelasnya.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Dr. Iin Mutmainah, M.Si. Walikota Jakarta Barat membahas peran AI dalam mendukung penguatan industri kreatif dan ketahanan ekonomi masyarakat.

 “Teknologi AI bukan hal utama dalam kehidupan kita, tapi ia merupakan hal yang dapat membantu pelaku usaha dan industri kreatif dalam meningkatkan efisiensi operasional, memahami perilaku konsumen, mengembangkan inovasi produk, hingga memperluas jangkauan pemasaran digital,” jelas Walikota Jakarta Barat tersebut.

Lebih lanjut, Dr. Iin menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Menurutnya, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital, etika penggunaan teknologi, serta kebijakan yang mendukung transformasi digital secara berkelanjutan.

Melalui seminar nasional ini, mahasiswa dan peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana sinergi antara AI dan Public Relations dapat menciptakan komunikasi yang lebih adaptif, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan publik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jakarta dalam menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan komunikasi kontemporer. (*)

Kerabat kerja:

—————————————

Penulis : Anindita Lintangdesi Afriani, M.Si. / Penyelaras Bahasa : Dr. Azwar, M.Si

Tags:
× Hubungi Kami