FisipUPNVJ — Bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI), Musa Maliki, Ph.D., Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta menegaskan bahwa dalam meninjau poin-poin SDG’s, mahasiswa harus menggunakan perspektif dan kritis. Hal ini disampaikan dalam kuliah tamu yang mengusung tema “Refleksi SDG’s Terhadap Keberlanjutan Umat Manusia” pada Rabu, (10/06).

Topik ini dibahas karena adanya kekhawatiran terhadap SDG’s yang dapat digunakan sebagai instrument “penjajahan baru” melalui transfer kekayaan sistemik, kendali teknologi, dan pengabaian terhadap kedaulatan lokal demi pertumbuhan ekonomi semata.

“Tidak hanya sekadar memandang secara optimis, mahasiswa sebagai kelompok intelektual harus memiliki kesadaran kritis (curiosity) untuk mencari masa depan yang lebih baik, dan tidak hanya sekadar menjadi pengikut (follower),” ajak Musa.

Pada akhir sesi, Musa menegaskan bahwa SDG’s hari ini justru menjelma sebagai bentuk kolonialisme baru di dunia. Di samping itu, korporasi menggunakan paten dan investasi untuk mengendalikan dan menguasai kelompok-kelompok yang terpinggirkan. Ia juga menyebut bahwa hari ini negara adalah agen global dan korporasi.

Kerabat kerja:

Penulis : Teddy Chrisprimanata Putra, S.T., M.Sos.

× Hubungi Kami