FisipUPNVJ – Mahasiswa Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media (KFTM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UPN “Veteran” Jakarta menggelar kegiatan Seminar Nasional bertajuk “Framing the Unseen: Behind the Screen and the Future of Creative Minds”. Kegiatan ini digelar di Auditorium Wahidin Sudiro Husodo, Fakultas Kedokteran, UPN “Veteran” Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rangkaian kegiatan Dies Natalis Prodi KFTM yang ke-2. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan III, FISIP, UPN “Veteran” Jakarta, Musa Maliki.

Kegiatan diskusi dan seminar nasional tersebut, merupakan bentuk komitmen dari kehadiran Prodi KFTM dalam menyumbang ide-ide wacana kajian perfilman. Sehingga hal ini selaras dengan semangat pengembangan pengetahuan bidang perfilman. “Ke depan tentu kami ingin terus menghadirkan diskusi ilmiah dalam bidang film, televisi, dan media pada segenap mahasiswa dan civitas akademika kampus,” ujar Ni’ma R. Nazia Munasiz, Ketua Himpunan Mahasiswa KFTM, UPN “Veteran” Jakarta.

Adapun narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Rudi Aryanto, seorang sutradara nasional yang cukup lama malang melintang dalam dunia perfilman. Salah satu karyanya yang cukup terkenal yakni menyutradarai Film Surat Cinta Untuk Starla (2017). Selain itu, film lain yang dibidaninya adalah Psikopat (2005), The Way I Love You (2019), Kutuk (2019), Dancing in the Rain (2018), dan The Perfect Husband (2018). Lebih jauh sebelumnya, karir sutradara Rudi dimulai dari produksi sinetron Arti Sahabat (2010).

Rudi menyebutkan, seorang sutradara film harus memiliki kemampuan membangun cerita secara kreatif. Seorang sutradara dapat mengembangkan dari cerita-cerita yang sudah ada, dengan memberikan sentuhan baru, jalan cerita yang baru, plot twist yang baru, sehingga cerita tetap bisa diterima dan disukai oleh penonton.

“Misalnya orang sudah banyak yang tahu tentang cerita Romeo dan Juliet. Cerita kisah percintaan laki-laki dan wanita muda, namun ditentang oleh orang tua dan keluarganya. Nah dari cerita itu, bagaimana kalau ada tambahan plot twist yang baru, seperti ternyata kedua orang tua Romeo dan Juliet pernah ada cerita dan konflik percintaan diantara mereka? Nah, itu adalah bentuk-bentuk ide baru,” kata Rudi yang pernah meraih Sutradara Terpuji Serial Televisi, pada penghargaan Festival Film Bandung 2020.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Muhammad Raihan Syafiarkan, seorang Asisten Sutradara Wedding Agreement the Series S2. Pandangan dari Raihan, turut memperkaya aspek teknis lapangan sehingga memberikan gambaran nyata dalam proses produksi. Pembahasan yang diutarakan oleh Raihan juga memicu semangat mahasiswa untuk mau berkarya, berinisiatif, dan berani dalam menghadirkan ide-ide baru.

“Saya menyarankan teman-teman untuk memperkaya referensi dengan banyak menonton film juga, sehingga punya gambaran yang lebih luas tentang ide, sinematografi dalam produksi film, dan jalan cerita,” ujar Raihan dalam kesempatan yang sama.

× Hubungi Kami