FisipUPNVJ – Penolakan dari puluhan perusahaan tidak menghentikan langkah Nicola Gibran Aljaya dalam membangun karier. CEO dan Founder SolvaAI sekaligus AI Content Creator tersebut membagikan pengalaman menghadapi kegagalan serta pentingnya membangun keterampilan sejak bangku kuliah kepada mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).
Pengalaman tersebut disampaikan Nicola dalam talkshow bertajuk “Beyond Major, Find Your Path” yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Fakultas (PKKMBF) FISIP UPNVJ 2026 di Balai Prajurit Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).
Dalam sesi tersebut, Nicola menceritakan perjalanan kariernya yang dibangun secara bertahap. Ia mengawali perjalanan dengan aktif berorganisasi di kampus, kemudian menjajal pekerjaan freelance, mengikuti sejumlah program magang, hingga akhirnya mendirikan agensi yang bergerak di bidang AI Automation.
Menurut Nicola, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan keahlian teknis yang diperoleh dari program studi. Perubahan dunia kerja menuntut kemampuan untuk menggabungkan keahlian tersebut dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta soft skills.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan membangun pengalaman dan mencoba berbagai hal.
“Mumpung masih banyak waktu luang saat kuliah, isi dengan hal bermanfaat. Gunakan skill, offering ke teman-teman atau orang terdekat. Semakin cepat dimulai semakin baik. Jangan nunggu siap,” ujar Nicola.
Ditolak 60 Perusahaan
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian mahasiswa. Salah seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Yasmin, menanyakan bagaimana menghadapi risiko kegagalan setelah berani mengambil keputusan.
Pertanyaan tersebut berkaitan dengan pengalaman Nicola yang mengaku pernah mengalami penolakan dari sekitar 60 perusahaan sebelum mencapai posisi dan membangun bisnisnya saat ini.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nicola mengatakan kegagalan dan penolakan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, pengalaman tersebut justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan menentukan langkah berikutnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk memulai daripada terus menunggu kondisi yang dianggap sempurna. Setelah mengalami kegagalan, seseorang perlu memberikan waktu untuk melakukan refleksi, mengidentifikasi kekurangan, kemudian memperbaiki pendekatan yang digunakan.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat talkshow “Beyond Major, Find Your Path”, yang mengajak mahasiswa melihat masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan karier, tidak semata-mata terpaku pada bidang yang tercantum dalam jurusan.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru FISIP UPNVJ diharapkan mulai membangun keterampilan, pengalaman, jejaring, serta keberanian mencoba sejak awal masa perkuliahan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

