FisipUPNVJ – Kehidupan di universitas berbeda dengan SMA, di mana mahasiswa didorong tidak hanya berkutat pada aktivitas belajar di dalam kelas, melainkan aktif mengembangkan diri di berbagai kegiatan kampus.
Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ), Dr. Azwar, M.Si. di hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Fakultas (PKKMBF) FISIP UPNVJ 2026 di Balai Prajurit Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8).
Ia memberikan gambaran mengenai sistem perkuliahan, tahapan studi, kegiatan kemahasiswaan, hingga peluang pengembangan kapasitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama delapan semester.
Menurut Azwar, semester pertama merupakan masa adaptasi bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan universitas, fakultas, dan program studi. Setelah mulai beradaptasi, mahasiswa pada semester kedua didorong untuk mengenali minat dan bakat melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi.
“Jadi kuliah Anda itu tidak hanya sekadar kuliah, bukan hanya sekadar itu, tapi juga diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk peningkatan kapasitas Anda,” ujar Azwar.
Ia mencontohkan mahasiswa yang memiliki minat di bidang fotografi, penyiaran, atau presentasi dapat bergabung dengan organisasi dan kegiatan yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Memasuki semester ketiga dan keempat, mahasiswa mulai memiliki ruang lebih besar untuk menentukan pilihan akademik serta terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk penelitian dan kegiatan bersama dosen. Pada tahap tersebut, mahasiswa juga diingatkan untuk aktif berkonsultasi dengan dosen wali dalam menentukan rencana studinya.
Sementara itu, semester kelima dan keenam diarahkan untuk mengikuti berbagai program pengembangan pengalaman di luar kelas melalui skema Kampus Berdampak. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai kegiatan yang tersedia sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Memasuki semester ketujuh, mahasiswa yang telah memiliki rencana untuk menyelesaikan studi lebih cepat dapat mulai mengambil tugas akhir sesuai ketentuan akademik. Sementara itu, mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih panjang dapat menyelesaikannya pada semester kedelapan.
Azwar mendorong mahasiswa untuk mengoptimalkan masa studi selama delapan semester dan tidak menunda penyelesaian berbagai kewajiban akademik.
Tak Lagi Belajar Seperti di SMA
Azwar juga menjelaskan perbedaan pola pembelajaran di perguruan tinggi dengan pendidikan menengah. Di perguruan tinggi, mahasiswa akan mempelajari bidang ilmu yang lebih spesifik sesuai program studi yang dipilih.
Kurikulum FISIP UPNVJ terdiri atas mata kuliah tingkat universitas, fakultas, program studi, serta mata kuliah pilihan dan peminatan. Mata kuliah universitas mencakup Bela Negara, Pancasila, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, agama, dan kewarganegaraan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa UPNVJ.
Sementara itu, mahasiswa FISIP juga mendapatkan mata kuliah wajib fakultas yang harus ditempuh oleh mahasiswa dari lima program studi di lingkungan FISIP. Setelah itu, mahasiswa akan mempelajari mata kuliah yang lebih spesifik sesuai program studi dan peminatan masing-masing.
Azwar juga menjelaskan sistem kredit semester (SKS) kepada mahasiswa baru. Menurutnya, satu SKS tidak hanya berarti waktu belajar di dalam kelas, tetapi juga mencakup aktivitas pembelajaran, penugasan, dan pembelajaran mandiri.
Karena itu, metode pembelajaran di perguruan tinggi dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, seperti seminar, proyek lapangan, proyek akademik, maupun pembelajaran di laboratorium.
“Jadi, jangan hanya menjadi mahasiswa yang kuliah, pulang, kuliah, pulang. Ada banyak peluang-peluang yang bisa Anda peroleh selama di perguruan tinggi,” katanya.
FISIP Siapkan Kelas Persiapan Internasional
Selain kegiatan akademik dan organisasi, FISIP UPNVJ juga menyediakan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dengan lingkungan akademik internasional.
Azwar memperkenalkan kelas persiapan internasional atau kelas PBI yang ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Politik. Kelas tersebut menggunakan bahasa Inggris dalam proses pembelajarannya dan dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti berbagai pengalaman akademik global.
Mahasiswa yang mengikuti kelas tersebut berkesempatan mendapatkan pengalaman belajar dengan mahasiswa internasional. Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu jalur untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti kegiatan seperti pertukaran mahasiswa dan program akademik luar negeri lainnya.
Untuk mengikuti kelas persiapan tersebut, mahasiswa baru diminta mengisi formulir pendaftaran. Jika jumlah peminat melebihi kapasitas yang tersedia, program studi akan melakukan proses seleksi.
Azwar menegaskan bahwa berbagai fasilitas dan peluang tersebut disiapkan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan, pengalaman, dan jejaring selama masa studi.
“Namun kami akan memfasilitasi Anda untuk bersama-sama maju mencapai visi UPN “Veteran” Jakarta untuk menjadi fakultas yang lebih maju, unggul, dan mendunia,” pungkas Azwar.
