FisipUPNVJ – Policy Research Lab: Discussion with Bappenas merupakan program kerja strategis yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UPN “Veteran” Jakarta periode 2026/2027 Rabu, 5(8). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya HIMAHI dalam memperluas wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai dinamika geopolitik global serta keterkaitannya dengan pembangunan nasional Indonesia.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pemaparan dan berdiskusi secara langsung dengan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengenai isu-isu strategis yang berkaitan dengan perkembangan tatanan global, geoekonomi, dan arah pembangunan nasional. Kegiatan Policy Research Lab ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa Hubungan Internasional terhadap perkembangan geopolitik global dan dampaknya terhadap pembangunan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan bagaimana dinamika internasional dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses perencanaan pembangunan nasional. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas melalui interaksi langsung dengan praktisi yang terlibat dalam perencanaan pembangunan dan hubungan luar negeri Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi disampaikan oleh Maharani Putri S. W., S.Mn., MSM., selaku Direktur Hubungan Luar Negeri Bappenas. Pemaparan membahas perkembangan tatanan global yang semakin tidak stabil atau volatile global order, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor politik, ekonomi, dan teknologi. Pembahasan juga menyoroti persaingan kekuatan besar, perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi, meningkatnya nilai strategis critical minerals, serta perubahan pola hubungan ekonomi global yang turut memengaruhi lingkungan strategis Indonesia. Pembahasan selanjutnya berfokus pada dinamika geopolitik dan geoekonomi serta keterkaitannya dengan pembangunan nasional. Para peserta diajak memahami bagaimana konflik dan persaingan antarnegara dapat memberikan dampak terhadap perdagangan, investasi, energi, rantai pasok, dan stabilitas ekonomi. Perubahan pola perdagangan global seperti economic decoupling dan friend-shoring juga menjadi bagian dari pembahasan untuk melihat bagaimana hubungan politik antarnegara dapat memengaruhi aktivitas ekonomi internasional. Dalam konteks tersebut, Indonesia perlu mampu membaca perubahan lingkungan global dan memanfaatkan posisi strategisnya untuk menjaga kepentingan nasional.

Selain membahas dinamika global, kegiatan juga membahas berbagai potensi Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Indonesia memiliki sejumlah modal strategis, antara lain bonus demografi, kekuatan ekonomi, kekayaan mineral, posisi geografis dan maritim, serta kekayaan hayati. Bonus demografi menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan pembangunan sumber daya manusia, sementara kekayaan mineral seperti nikel, tembaga, dan bauksit memiliki peran penting dalam perkembangan industri dan teknologi.

Posisi geografis Indonesia yang strategis serta keberadaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) juga menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung peran Indonesia dalam perdagangan dan konektivitas internasional. Dalam pembahasan mengenai Indonesia Emas 2045, peserta diajak melihat bahwa potensi nasional perlu dioptimalkan dengan mempertimbangkan berbagai tantangan yang muncul dari perubahan tatanan global. Perkembangan teknologi, persaingan kekuatan besar, ketidakpastian ekonomi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya strategis menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, optimalisasi sumber daya alam, dan pemanfaatan posisi strategis Indonesia menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian pembangunan nasional.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi antara mahasiswa dan narasumber. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta pandangan mengenai dinamika geopolitik, geoekonomi, potensi Indonesia, hingga strategi pembangunan nasional. Melalui sesi tersebut, peserta dapat menghubungkan perspektif Hubungan Internasional yang diperoleh dalam pembelajaran akademik dengan kondisi dan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi perubahan lingkungan global.

Melalui Policy Research Lab: Discussion with Bappenas, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru mengenai hubungan antara dinamika geopolitik global dan pembangunan nasional serta meningkatkan kemampuan dalam memahami isu strategis secara kritis.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melihat berbagai peluang dan tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memahami pentingnya perencanaan pembangunan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tatanan global. HIMAHI UPNVJ mengucapkan terima kasih kepada Maharani Putri S. W., S.Mn., MSM., selaku Direktur Hubungan Luar Negeri Bappenas, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

× Hubungi Kami