FisipUPNVJ – Konsep Machine Learning dalam pegudangan data menjadi perangkat penting untuk mengakomodir data dalam jumlah besar dan untuk disajikan kepada pimpinan tertinggi termasuk untuk transparansi informasi kepada publik, hal ini dilakukan oleh Pemerintah kota Depok dalam mengelola Datawarehouse dan membangun pemodelan data untuk presentasi data publik yang nantinya dipublikasi di website ataupun sebagai bahan evaluasi dan monitoring program kerja pemerintah daerah.
Model praktik pengendalian data di instansi pemerintah semacam ini menjadi bagian dari rujukan pembelajaran studi lapangan bagi mahasiswa Sains Informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) saat berkunjung ke kantor Pemerintah kota Depok (13/05) Jalan Margonda Raya Nomor 54, Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Model pengelolaan data yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok selain memanfaatkan optimalisasi machine learning, namun juga integrasi platform pengelolaan data dengan kecerdasan buatan Sehingga hal ini yang menjadi bagian dari insight data pemerintah daerah dari hasil mengelola data publik yang ditampilkan secara otomasi.
Dikatakan oleh Fathir Fajar Sidiq adalah Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, bahwa Pemerintah kota Depok mengakomodir data melalui aplikasi Depok Single Window(DSW).
“Ïnformasi terkait dengan kota Depok, warganya, kemudian kondisi kota, berbagai layanan mulai dari layanan kesehatan, pajak daerah, pengaduan warga, dan lain sebagainya, semuanya bisa diakses melalui satu pintu digital seperti DSW. Hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan tentang kota depok, serta memudahkan bagi pemerintah kota untuk mengelola data yang terintegrasi dalam satu pintu digital dan dikelola oleh tenaga professional IT Pemkot Depok,”ujar Fathir.
Pernyataan dari Fathir juga didukung oleh Bustanul Arifin, Bappenda Kota Depok yang mengatakan bahwa, dalam pengelolaan seluruh data dari DSW ataupun dari sumber data lainnya, pastinya semua terdigitalisasi dan terintegrasi dengan platform lain yang berada dibawah naungan aplikasi Pemkot Depok, serta bisa dilihat oleh publik. Dalam hal datawarehouse yang ada di Pemkot Depok, tentunya memerlukan proses perencanaan yang cukup panjang, membuat bagan skema perencanaan, alur kerja, alur bagi pengguna bagi public maupun pengguna di dalam lingkup kota depok itu sendiri, kemudian
“Menentukan skema panjang ini tentunya cukup lama untuk mendesain alur data yang masuk dan juga nanti tata kelola datanya. Karena nanti data-data yang dihimpun dari berbagai sumber datanya, kemudian dirancang Extract Transform Load (ETL) nya dan memvisualisasikannya.”
Selain Bustanul Arifin, IT Operational Iqbal Faroid dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok juga mengatakan bahwa pengelolaan data juga menghimpun dari berbagai database dan dikelola dalam pergudangan data yang relational dengan kebutuhan dari masyarakat dan Pemerintah
“Masyarakat dapat mengakses hasil luaran data berupa visualisasi yang mudah untuk dibaca dan dilihat tampilannya, serta dibuat semenarik mungkin dari hasil ETL tersebut, kemudian dapat juga secara bebas dijadikan sebagai data rujukan bagi mahasiswa, dosen, atau peneliti yang mau menggunakan data dari kami,”kata Iqbal.
Dosen pengampu mata kuliah Datawarehouse dan Pemodelan Data, Dwi Fajar Saputra mengatakan bahwa pembelajaran tentang datawarehouse, terutama cakupan didalamnya mengenai ETL ini dikampus hanya dipelajari pada tingkat dasarnya sebagai pemahaman secara menyeluruh, sehingga dengan adanya kunjungan ke pemkot depok mahasiswa lebih megetahui dan paham pengaplikasiannya.
“Melalui kunjungan ke Pemerintah Depok ini mahasiswa dapat mempelajari secara langsung praktik datawarehouse di Pemerinatahan dan bentuk pengaplikasiannya yang dapat dilihat secara nyata dan nantinya akan menjadi insight buat kurikulum di sains Informasi UPNVJ serta menjadi masukan dalam bahan pembelajaran praktik di lab.”
Selain oleh dosen pengampu mata kuliah, dan juga didampingi oleh Koordinator Program Studi Sains Informasi, Radita Gora, selaku Pembina dan pendamping mahasiswa Sains Informasi dalam melakukan kunjungan ke Pemkot Depok yang mengatakan bahwa diharapkan nantinya kerjasama Pemkot Depok dengan UPNVJ bisa menjadi pengembangan pembelajaran data di prodi Sains Informasi.
“Kita harapkan kerjasama dengan Pemkot Depok ini terus berjalan dan nantinya ada integrasi yang sesuai dan berkesinambungan antara pemkot depok dengan Prodi sains Informasi,”gora menambahkan.

