FisipUPNVJ – Program Studi Magister (S2) Ilmu Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku berjudul “Jaringan Komunikasi Kelompok” pada Kamis, 18 Juni 2026. Bedah buku dilaksanakan di Auditorium FISIP UPN “Veteran”Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan tradisi akademik sekaligus ruang diskusi ilmiah bagi dosen dan mahasiswa dalam mengkaji dinamika komunikasi kelompok secara lebih mendalam.
“Kegiatan inti Perguruan Tinggi adalah pelayanan akademik, oleh sebab itu FISIP UPN “Veteran”n Jakarta mendukung kegiatan-kegiatan akademik yang dilakukan dosen, termasuk bedah buku ini,” jelas Dr. Azwar, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP, UPN “Veteran” Jakarta.
Lebih jauh Dr. Azwar, M.Si., yang juga sebagai Plh. Dekan FISIP UPN “Veteran” Jakarta menyampaikan bahwa bedah buku adalah kegiatan penting untuk menumbuhkan atmosphere akademik di kampus.
Buku yang dibedah mengangkat studi kasus Kelompok Nelayan Sendangbiru di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menyoroti pola komunikasi, solidaritas, serta model interaksi sosial dalam aktivitas keseharian nelayan. Pembahasan buku ini juga menguraikan bagaimana jaringan komunikasi berperan penting dalam membangun koordinasi, pengambilan keputusan, hingga pembagian hasil dalam kelompok.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Kusumajanti, M.Si dan Dr. Machyudin Agung Harahap, M.Si, yang memberikan perspektif akademik terkait komunikasi kelompok, dinamika jaringan sosial, serta relevansinya dalam konteks masyarakat dan organisasi berbasis komunitas.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa komunikasi kelompok tidak hanya berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga menjadi mekanisme pembentuk solidaritas, efektivitas kerja sama, serta penguatan struktur sosial dalam komunitas. Model komunikasi yang dibahas dalam buku ini menunjukkan bahwa interaksi yang terstruktur dan partisipatif dapat meningkatkan efektivitas koordinasi kelompok.
Kegiatan bedah buku ini diselenggarakan oleh Program Studi S2 Ilmu Komunikasi, dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa secara hybrid. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif yang membahas relevansi komunikasi kelompok dengan fenomena sosial kontemporer, termasuk praktik komunikasi di komunitas nelayan. Melalui kegiatan ini, Program Studi S2 Ilmu Komunikasi berharap dapat terus memperkuat budaya akademik berbasis riset dan literasi ilmiah, sekaligus mendorong lahirnya kajian-kajian baru yang relevan dengan perkembangan ilmu komunikasi di Indonesia.
