FisipUPNVJ – Kehidupan generasi muda saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari internet. Media sosial menjadi ruang belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, sekaligus memperoleh informasi. Namun, semakin luasnya akses terhadap teknologi juga membawa persoalan baru, mulai dari penyebaran berita palsu, keamanan data pribadi hingga cyberbullying.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Edukasi dan Penguatan Literasi Digital bagi Generasi Muda di Lingkungan Pesantren yang diselenggarakan dosen dan mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta di SMP–SMA Islam Al-Falah Rempoa pada 24 September 2026.

Bersama para santri Al-Falah, kegiatan ini menghadirkan Nur Inayah Yushar, M.I.Kom, Dosen FISIP UPNVJ, sebagai pemateri.

Berbeda dari pemahaman bahwa literasi digital hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, kegiatan ini menempatkan literasi digital sebagai kemampuan untuk memahami informasi, bersikap kritis, menjaga keamanan diri, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab di ruang digital.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah penyebaran informasi palsu atau hoaks. Arus informasi yang sangat cepat membuat pengguna media digital sering menerima informasi tanpa mengetahui sumber dan kebenarannya. Generasi muda karena itu perlu membangun kebiasaan untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi sebelum memastikan sumbernya.

Persoalan berikutnya berkaitan dengan data pribadi. Aktivitas di media sosial sering membuat batas antara informasi pribadi dan informasi publik semakin tipis. Nama lengkap, nomor telepon, lokasi, foto, kata sandi, maupun informasi pribadi lainnya dapat menimbulkan risiko apabila dibagikan tanpa pertimbangan yang cukup.

Literasi digital juga berkaitan dengan cara seseorang memperlakukan orang lain di internet. Dalam konteks ini, cyberbullying menjadi salah satu tantangan yang perlu dikenali oleh generasi muda. Komentar, unggahan, pesan, maupun penyebaran konten yang merendahkan orang lain dapat memberikan dampak yang tidak berhenti ketika seseorang keluar dari media sosial.

Karena itu, kecakapan digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menguasai teknologi. Kemampuan mempertimbangkan dampak sebuah unggahan, menghormati orang lain, melindungi informasi pribadi, serta memilah informasi yang diterima juga menjadi bagian penting dari perilaku digital yang bertanggung jawab.

Kegiatan pengabdian ini turut melibatkan dosen UPNVJ, Dra. Hermina Manihuruk, MM. dan Lailatus Sholihah, S.Hum., M.Hum. dari FISIP dan Elia Erna Nurdiani, S.E., M.M. dari FEB. Selain itu, mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu Naufa Fibriana Khairunisa, Kayla Fatiha, Belva Riana Nur Islami, dan Nadya Vanessa Br Tambun.

Lingkungan pesantren dipilih sebagai salah satu ruang penting untuk memperkuat literasi digital generasi muda. Santri tidak hanya berhadapan dengan perkembangan teknologi sebagai pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari generasi yang akan semakin intens berinteraksi, belajar, dan membangun jejaring melalui ruang digital.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP UPNVJ mendorong agar kemampuan menggunakan teknologi berjalan beriringan dengan kemampuan memahami risiko dan tanggung jawab yang menyertainya. Literasi digital pada akhirnya bukan sekadar persoalan mampu menggunakan media, tetapi juga kemampuan menentukan kapan harus percaya, apa yang layak dibagikan, bagaimana melindungi diri, dan bagaimana memperlakukan orang lain di ruang digital.

× Hubungi Kami